Tobacco?

Danang Purhadi
Karya Danang Purhadi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 27 Mei 2016
Tobacco?

Hari tanpa tembakau sedunia?

ahh, entah harus bagaimana aku. apakah harus ikut berpartisipasi dan meluapkan euforia yang terasa enggan, ataukah melewatinya dengan biasa-biasa saja seperti hari lainnya?

apakah aku perokok? ya, aku perokok. menikmati rokok adalah salah satu kebiasaan yang sukar untuk dihilangkan meski tahu dampak buruk dari rokok. bebal? ya.. aku anggap itu sebagai pujian. :)

yang aku tahu dari membeca di beberapa artikel beberapa bulan lalu setelah seorang teman membawa topik tentang 'no tobacco day' untuk dibicarakan di warung kopi, Indonesia merupakan salah satu dari penghasil tembakau terbaik di dunia. DI DUNIA broo, DUNIA.

ada lima tempat di Indonesia yang mampu menghasilkan tembakau yang paling diburu di perdagangan Internasional. Di mana saja? kalau tak salah, daerah itu ada di Temanggung, Deli, Lombok, Jember dan Madura (ini dapat dari brosing broo bukan penelitian sendiri).

pastinya, setiap tembakau yang dihasilkan oleh masing-masing tempat memiliki karakteristik tersendiri, dari bentuk fisik tembakau hingga rasa tembakau pun punya ciri khas sendiri-sendiri. untuk penjelasan lebih lanjutnya, kalian bisa cari sendiri lah di internet, aku malas mau jelasin disini hehehe.. lagian, aku paling-paling juga dapet dari internet kalo bisa jelasin disini..

JADI, APA AKU PEROKOK? YAAA AKU PEROKOK!!, kenapa aku perokok?? pertama, aku suka merokok dan kebiasaan itu susah untuk dihilangkan.. kedua, aku merokok untuk ikut menikmati HASIL INDONESIA yang MENDUNIA.. hehehe (dapat alesan baru kenapa aku merokok akibat baca artikel.. sssttt jangan ditiru ya, mungkin ini buruk :p)

ROKOK dan TEMBAKAU jika DILIHAT DARI SEGI EKONOMI INDONESIA. (dapet baca di beberapa artikel juga sih.. bukan penelitian sendiri..)

Tembakau di Indonesia sudah menjadi primadona komoditas perkebunan pertanian sejak zaman kolonial Belanda. karena tingginya nilai jual, tembakau di Indonesia memiliki julukan 'Emas Hijau'. berdasarkan pada data Bea dan Cukai Kementrian Keuangan, penerimaan cukai yang dihasilkan dari industri tembakau mencapai 90%, ditahun 2004 sampai 2013 mengalami peningkatan 400% dari sekitar 29 triliun Rupiah di 2003 sampai sekitar 122 triliun Rupiah di 2013. (apa itu benar? entahlah.. namanya juga baca-baca artikel.. belum ada kepastiannya hehe)

"Industri ini melibatkan tenaga kerja hingga 6,1 juta orang. Juga telah menjadi bagian sejarah bangsa dan budaya masyarakat kita, khususnya rokok kretek," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin saat berkunjung di PT Gudang Garam Tbk, Kediri, Jawa Timur, Jumat (27/3/2015)-(finance.detik.com). wooooow banyak ya ternyata yang terlibat, hmm.

so, untuk hari tanpa tembakau sedunia bolehlah diadakan.. apa yang salah dari itu?? tapi janganlah kalau sampai 'memusuhi' yang terlibat dengan tembakau. hehehe.. apalagi perokoknya. :p

apakah aku perokok?

TENTU SAJA YA!! kenapa?

1. ya, aku perokok. menikmati rokok adalah salah satu kebiasaan yang sukar untuk dihilangkan meski tahu dampak buruk dari rokok. bebal? ya.. aku anggap itu sebagai pujian. :)

2. aku merokok untuk ikut menikmati HASIL INDONESIA yang MENDUNIA..

3. aku merokok dapat berpartisipasi dalam perekonomian di INDONESIA yang melibatkan hingga 6,1 juta pekerja yang bergelut di bidang tembakau..

hmm, beginilah jika seorang galau keseringan baca artikel..