The Last Secret Admirer

Damar Hardyan Adi
Karya Damar Hardyan Adi Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 21 Agustus 2016
The Last Secret Admirer

 

Dan tercabik tiga kali cukuplah bagiku setelah tak terhingga kali
terus berusaha mencinta dan mengejar cintanya
” itulah sepenggal  bait dari puisi yang berjudul Vidiara. Dapat menggambarkan apa yang telah aku rasakan selama ini.

Dia, seorang gadis yang luar biasa. Senyumannya yang indah, matanya yang bersinar, dan  sifatnya yang unik membuatku tak bisa mengalihkan pandanganku darinya. Dia sangat berbeda denganku, aku hanyalah seorang lelaki menyedihkan yang tidak bisa jujur pada diriku sendiri.

 

Entah kenapa aku bisa terjebak dalam zona Secret Admirer, mungkin karena ada seorang gadis yang membawaku ke dalam keadaan ini. Pada saat itu kehidupan di sekolahku berjalan seperti biasa, bisa di bilang monoton sih. Berangkat pagi, belajar di kelas, istirahat, pulang dan kegiatan ekstrakulikuler semua terasa biasa saja. Namun setelah aku bertemu dengannya, hidupku terasa lebih berwarna. Mungkin benar bahwa ada yang mengatakan “ Jika kau sedang jatuh cinta pada seseorang, semuanya terlihat lebih berwarna”(SWKNU). Tetapi aku juga tetap sadar bahwa “Kalau kau jatuh cinta tanpa mengenal siapa orang yang kau cintai, mungkin kau hanya jatuh cinta pada khayalanmu tentang orang itu”(304StudyRoom). Kedua hal ini yang membuatku makin penasaran akan dirinya, maka dari itu aku mencoba untuk mencari informasi.

Es krim dan coklat itu favoritnya, selebihnya biarkan ini tetap menjadi rahasia. Setelah aku mengetahui beberapa hal mengenai dirinya, aku beranikan diri untuk menyapa dan mulai berbicara dengannya. Jujur aku sangat malu dan canggung saat berada dekat dengan dia, namun disisi lain aku juga merasa senang. Seiring berjalannya waktu, rasa itu semakin tumbuh dan berkembang, aku merasa ada gejolak dalam hatiku ini. Aku menjadi egois, aku menyukainya dan ingin lebih mengenalnya. Namun kurasa itu hal yang sulit dilakukan karena aku adalah lelaki yang penakut. “Hal yang paling aku takutkan adalah ketika dia sudah dekat denganku tapi dia tiba – tiba menghilang begitu saja, dan aku kembali ke kehidupan monotonku yang seperti dulu”  Maka dari itu aku hanya bisa memendamnya dan memandangnya dari jauh. Mungkin hal ini yang membuatku menjadi seorang Secret Admirer.

“Secret Admirer?”

Aku jadi teringat dengan sebuah lagu yang di bawakan oleh Mocca dengan judul yang sama. Mungkin beberapa orang menganggap seorang Secret admirer itu lucu, tapi bagiku itu adalah hal yang keren. “Mengagguminya di balik bayangan” itulah yang terpikirkan olehku. Dengan kata lain dia adalah cahayanya dan aku adalah bayangan yang selalu mengikutinya.

            “Bagaimana caranya agar dia bisa membuatnya mengetahui apa yang aku rasakan selama ini?” itulah hal yang sering aku pikirkan ketika memandangnya. Aku mencoba untuk menggambar, menulis puisi, menulis cerpen dan aku posting di akun sosmedku dengan harapan dia dapat membacanya. Namun sepertinya semua hal itu sia sia, aku malah semakin terlihat menyedihkan.

            “Sudahlah katakan saja padanya bro, biar dia itu tau.  Apa yang akan terjadi selanjutnya biarkan saja seperti air yang mengalir” kata salah satu sahabatku.

Aku tau apa yang dikatakan sahabatku benar, tapi apakah aku mampu untuk melakukannya?

            Sebentar lagi perpisahan dan pelepasan siswa akan diadakan. Aku sadar waktuku bersamanya sudah tidak banyak lagi. Aku harus mengungkapkan apa yang kurasa selama ini.

Hari itu aku buat janji dengannya. Pada saat itu aku ingin mengatakan sesuatu padanya, tentang apa yang aku rasakan selama ini dan sebuah harapan. Kami berjanji akan bertemu di taman kota sepulang sekolah. Aku sangat menantikan hari itu dimana aku bisa bertemu dan berbicara dengannya. Aku datang 15 menit lebih awal agar tidak terlambat “ Datang lebih awal dan menunggu seorang gadis di taman itu terlihat keren” itulah yang aku pikirkan saat itu. Namun harapanku pun lenyap ketika aku melihat pesan yang ia kirimkan padaku, dia tidak bisa datang pada hari itu. Aku bisa paham akan hal itu karena dia memang seorang gadis yang memiliki banyak kegiatan. Tapi ini adalah kesempatan terakhirku untuk megatakan hal – hal yang telah aku rahasiakan selama ini dan hal yang ingin aku tanyakan padanya.

            “ Apakah aku bisa tinggal dalam hati seseorang? Apakah aku bisa hidup dalam hatimu? Apakah kau akan bisa mengingatku meskipun sedikit? Nindy aku menyukaimu”

Hal yang yang membuatku tercabik tiga kali telah ku beritahukan kepada angin dengan harapan bisa tersampaikan padanya.

Tiba di akhir pertemuan, mungkin hal ini sudah cukuplah bagiku. Dengan terbitnya cahaya, pesan itu akan tersampaikan padanya aku yakin itu. Aku akan mundur dan keluar dari zona ini. Zona yang membuatku mengalami hal – hal yang lebih berwarna.

Kisahku sebagai seorang secret admirer berhenti sampai disini. Ku ucapkan terima kasih untukmu seorang gadis unik dan luar biasa yang membuatku dapat mengalami kisah yang menggetarkan hatiku.

 

“Secret Admirer?”

~End~

  • view 170