tentang imam

Dai
Karya Dai  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 09 Januari 2018
tentang imam

Namanya imam, Tapi bukan imam biasa. Dia adalah imam, entah imam siapa

.
.
.
Hanya satu kejadian yang mewakili perkenalanku dengannya. Aku mengenalnya saat OSPEK di kampus. Ya, kami satu kampus, satu fakultas, dan satu angkatan. Meski begitu umurnya 2 tahun di atasku. Dulu aku duduk di sampingnya saat pembagian kelompok. Kami tidak satu kelompok, hanya saja di hari itu kita dapat bercakap sesaat. 
Dia orangnya tenang, entah untuk hal apa saja. Sekilas kulihat memang dia beraut wajah semringah. Membuat orang di dekatnyapun bahagia
Dia imam, entah dari daerah mana dia berasal. Yang kutahu dia suka menggambar, menulis, desain, dan akupun suka itu demikian
Aku tak ada rasa suka padanya, hanya kagum. Sampai sekarang mungkin. Dia mempunyai tatapan mata yang menghangatkan. Dengan wajahnya yang lumayan tampan dengan postur tubuh tinggi tegap mungkin sudah banyak yang menyukainya. Dan aku tidak. Tak ada rasa karena fisik yang bisa berubah. Aku tak mengaguminya karena itu
 dia dewasa, kepribadiannya juga. Terlihat ketika ada sebuah drama besar di acara puncak OSPEK kami. Dia berkata padaku "tenanglah, dan nikmati", begitu aku antusias tuk ikut dalam alur drama, dia menyeretku keluar alur, agar aku lebih leluasa dengan alam. Saat itu yg kulihat hanyalah ia yg tersenyum manis. Tenang dan menenangkan. Dia punya alamnya sendiri tuk menapaki jalan panjang. Begitulah dia yang kuringkas dalam hari itu
 
.
.
Entah mengapa
Bagaimanapun itu
Sampai sekarang
Jantungku masih berdebar
Saat bertemu dengannya

  • view 15