melanggar peraturan khusus orang pintar

Dai Firda
Karya Dai Firda Kategori Budaya
dipublikasikan 19 Desember 2017
melanggar peraturan khusus orang pintar

 
“Langgarlah peraturan, memang adanya peraturan hanya untuk dilanggar. Takkan ada polisi jika tidak ada penjahat di dunia. Takkan ada  tentara jika tidak ada perang di dunia. Takkan ada konselor, dokter, dan lain sebagainya jika tidak ada masalah di dunia. Buatlah aturan sebagai wadah permainanmu. Karena aturan hanyalah kata yang tertulis di atas pena.”
Baik guys, jangan terkecoh dulu dengan kata di atas. Sebuah aturan punya rule yang rumit. Mereka suka membelit-belit masalah dalam putaran yang sama. Mungkin kebanyakan manusia ada yang suka aturan dan ada yang enggak. Keduanya berimbang sama dalam timbangan hukum alam. 
Orang yang suka aturan biasanya hidupnya teratur, taat dan disiplin. Mereka adalah tipikal orang tegas dengan pikiran lurus, tidak terlalu suka canda, mempunyai prinsip hidup terarah, tujuan hidup jelas, dan tidak suka basa-basi. Beda dengan orang yang suka melanggar. Orang seperti ini punya cara lain dalam hidupnya. Lebih kreatif dan cerdik dalam berbuat. Karena apa? Ya, karena mereka tidak suka diatur. Mereka hidup seadanya dan semaunya. Mungkin mereka punya prinsip, tapi tidak sedetail dan sematang orang teratur.
Melanggar aturan adalah sebuah perlakuan yang menyimpang dari jalan yang ada. Ini sudah hak paten dari zaman azali. Tapi tak sedikit orang sering melanggar aturan, dan akhirnya mereka harus menanggung hukuman yang berlaku. Jangan remehkan sebuah hukuman. Karena dengan hukuman kalian akan dicap sebagai terdakwa. Di situ, akan terjadi sebuah ketidakpercayaan antar pihak. Yayalah, namanya pelanggar ya tetap pelanggar, dan akan dikenal sebagai pelanggar. Kelihatan kejam, tapi santai saja enggak usah serius. Hidup kalau dibuat serius terus akan jadi stres berkepanjangan. Eh, sampai mana tadi. Oh iya, jadi kalau satu atau dua kali melanggar boleh-boleh saja, yang penting harus siap mental untuk terima kosekuensi.
Seorang guru bahasa indonesia saya pernah berkata, “orang bodoh dilarang nakal.” Singkat bukan? Yaps, singkat, jelas, dan penuh makna. Beliau menjelaskan bahwa melanggar aturan dikhususkan hanya untuk orang pintar semata. Ini bukan berarti orang pintar dalam bidang akademik loh ya. Tapi pintar dalam skill pelanggaran diri. Jadi misal ada orang yang menyeleweng dari peraturan, terus dia ketahuan dan dihukum. Itu adalah orang yang bodoh dan tak diperkenankan untuk mengulang perbuatan yang sama.
Boleh kalian tidak shalat, berzina, minum minuman keras, mencuri, melakukan hal yang dilarang agama, itu sangat diperbolehkan sekali. Tapi syaratnya satu, jangan sampai ketahuan Allah. Kalau ketahuan Allah berarti kalian termasuk orang yang bodoh, dan tidak diperkenankan melakukan hal tersebut. simpel bukan!! Intinya jadilah orang pintar, tapi jangan sok pintar karena itu berbahaya. Have fun !! 

  • view 158