Tuhan, aku mengadu

Dai
Karya Dai  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 08 Desember 2017
Tuhan, aku mengadu

Kayuhku kupelankan, agar tak membangunkan orang-orang di sisa kerenyahannya. Kerikil-kerikil tajam masih memenuhi pekarangan kota. Tapi bukan berarti aku berhenti. Perjuangan 19km ku masih dinanti hati. Tuhan, kuatkanlah aku di sisa-sisa malamMu yang dingin. Kakiku tetap mengayuh, meski sudah lapar dengan tanah, tapi istirahat bukanlah suatu yg tepat tuk sebuah penantian. Mataku candu akan fajar, hatiku terenyuh melihat fajar, fajarmu Tuhan. Aku menantinya. Tak hanya menanti, kini aku mengejarnya. Terimakasih Tuhan, aku mengadu

  • view 15