Pascamusim Penghujan Itu

Daffa Randai
Karya Daffa Randai Kategori Puisi
dipublikasikan 15 November 2017
Pascamusim Penghujan Itu

Pascamusim penghujan itu, ada semacam getir

yang tak kunjung turut mengalir. Ialah rinduku, Kekasih

yang tak usai ditingkap temu, yang tak hangus disulut waktu

sekalipun kau pantik risauku, musim dan windu

pantang mengoyak niatku, sebab menulis tentangmu

tetap kan jadi kekhilafanku seumur hidup

 

Pascamusim penghujan itu, ada semacam senyap

yang tak kunjung dapat kudekap. Ialah tubuhmu, Kekasih

yang menyublim di bibir waktu, yang melesap di ujung rindu

berkalipun kau pintakan usai, nadi dan detak

pantang menghalau hasratku, karena melukiskan anggunmu

tetap kan jadi kegawalanku sepanjang hidup

 

Pascamusim penghujan itu, ada semacam sesal

yang tak kunjung dapat kucekal. Ialah perpisahah, Kekasih

yang melantari kepiluan, yang menceraikan harapan

kendatipun kau minta cukupi, derita dan maut

pantang memintasi niatku, sebab duka yang kau lantari

terlanjur abadi di tubuh sajakku ini

 

Yogyakarta, 13 November 2017

  • view 16