Mencintai sebegitu (Dalam ataukah Kejam ?)

Fadly Yashari Soumena
Karya Fadly Yashari Soumena Kategori Motivasi
dipublikasikan 01 Juni 2018
Mencintai sebegitu (Dalam ataukah Kejam ?)

Ada yang mesti dipertentangkan, sekadar untuk mencari siapa paling benar. Namun, kadang setiap orang bisa saja menyerah pada keadaan, hanya karena satu pihak tidak lagi berperasaan. Mengumbar rasa sayang sekadar untuk mendapatkan perhatian semata, namun yang didapat hanya linang air mata. Memang benar, mencintai berarti bersiap diri untuk harus patah hati. Andai semua cinta berakhir dengan kebahagiaan, lalu dimana letak perjuangan dan pengorbanan? Sudah mencintai sebegitu dalam, namun dibalas dengan perbuatan yang begitu kejam.

Rasa yang dulu pernah bertahta, kini hilang arah tak tahu jalan pulang. Mengadu kesedihan pada harapan yang datang seperti fatamorgana. Indah, sejuk, namun palsu. Pernah menjadi bagian penting dari hati ini, membuat semua kenangan hanya terkikis sedikit demi sedikit. Memang, perkara khianat, kaulah dalangnya, namun itu tidak cukup membuatku mengerti arti dari “melupakan”. Perasaan ini sudah teramat dalam, namun cinta memberiku cerita yang cukup kelam. Aku masih berharap pada dewi fortuna, bahwa kelak akan datang cinta yang sempurna. Tidak usah berlebihan, cukup setia.

Cinta yang kukenal akhirnya memberiku pelajaran, bahwa perkara menyakiti tidak perlu goresan luka, cukup kau mahir dalam hal mengkhianati. Terkadang, aku ingin mengulang waktu, sekadar untuk membuatmu tahu bagaimana rasanya menjadi diriku. Tidak ada yang kusesali dari semua ini, hanya saja aku tidak siap dengan kenyataan bahwa “aku tidak baik-baik saja tanpa dirimu”. Munafik memang, tapi apa yang salah dari mencari harapan dari kegelapan cinta ?

  • view 63