Saya Menikah Muda, Kamu ? (Part 1)

Fadly Yashari Soumena
Karya Fadly Yashari Soumena Kategori Inspiratif
dipublikasikan 08 Mei 2018
Saya Menikah Muda, Kamu ? (Part 1)

Bagi sebagian orang, menikah bukanlah sebuah hal yang mudah. Memulai sebuah tahapan baru dalam kehidupan dengan penuh tanggung jawab dan pendewasaan diri, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Saya setuju dengan argumen ini, hanya saja masih ada orang diluar sana merasa khawatir bahkan takut terhadap momok pernikahan. Pada dasarnya, sebagian besar ketakutan itu, bukanlah berasal dari proses sebelum menikah, namun lebih kepada rencana yang akan dilakukan setelah pernikahan. Mereka seakan buta menjalani peran baru dalam sebuah keluarga, padahal cepat atau lambat, siap atau tidak siap, mereka akan berada diposisi tersebut.

Saya mungkin tidak tahu pengertian dari “nikah muda” itu apa. Usia saya baru 23 tahun saat memutuskan untuk menikah, dan istri saya berusia 22 tahun. Jika dikatakan pernikahan saya tergolong “nikah muda”, masih ada 2 bocah SMP di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan yang menikah lebih muda dari usia saya dan istri. Terlepas dari fakta tersebut, saya percaya bahwa menikah memang bukan hal yang mudah, tapi bukan pula sesuatu yang mesti dipersulit. Salah satu faktor yang memutuskan saya untuk menikah muda adalah karena saya memiliki kesempatan untuk bahagia bersama orang yang saya cintai.

Mungkin saja, pada waktunya nanti, pasanganmu akan sampai pada titik jenuh dalam menjalani hubungan tanpa kepastian arah dan tujuan. Hingga akhirnya, dia akan bertanya “Mau sampai kapan hubungan kita akan terus seperti ini ?”. Itulah yang terjadi kepada saya, yang akhirnya membuat saya sebagai seorang lelaki sadar bahwa kepastian itu beda tipis dengan penantian. Saya kemudian mulai berfikir, jika saya punya kesempatan untuk bahagia bersama orang yang saya cintai, yang perlu saya lakukan hanyalah tidak mengulur waktu dengan sejuta alasan yang mungkin saja bisa membuatnya meninggalkan saya. Ingat ! penyesalan hadir dibelakang, jika kamu punya kesempatan, jangan pernah berdamai dengan kata “Tunda”.

  • view 230