Merindu Sebegitu Sendu

Fadly Yashari Soumena
Karya Fadly Yashari Soumena Kategori Motivasi
dipublikasikan 28 April 2018
Merindu Sebegitu Sendu

Entah berapa jauh jarak yang memisahkan kita, namun rindu selalu datang tanpa diundang. Siang hari berlalu dengan kesibukan, namun malam memaksaku untuk selalu mengulang kenangan. Dalam keheningan, ada gejolak yang akhirnya sampai pada satu titik, bahwa nyatanya, aku butuh pundakmu. Nada suaramu selalu mengingatkanku pada karya Mozart yang kuputar menjelang tidur, berharap aku bisa bersamamu di dalam mimpi.

Jika kata Dilan “Rindu Itu berat”, namun berbeda bagiku. Rindu itu candu. Semakin aku mencoba berlari, semakin bayangmu manari-nari dalam nalar. Sekuat aku bertahan, parasmu perlahan membuatku melankolis. Aku pernah bertahan, tapi mungkin tidak sekuat saat ini. Namun, nasehatmu selalu mengingatkanku “Walaupun kita berbeda tempat, bertarung dengan jarak, tapi kita masih percaya pada Tuhan yang sama, Dia-lah penghubung kita dalam doa”

Jika kau rindu, mengeluhlah kepada Tuhan, karena mungkin, sajadah lebih baik dari sekadar pundak seseorang. Rindu hadir karena Tuhan mempunyai kuasa membolak-balikkan hati manusia, itulah alasan mengapa kata “ikhlas dan Sabar” bisa saling berdampingan dalam hidup ini. Rindu sejatinya mengajarkan pada kita bahwa Tuhan punya cara membuat kesetiaan manusia bisa terjaga secara batiniah.

  • view 66