Berdamai Dengan Masa Lalu

Fadly Yashari Soumena
Karya Fadly Yashari Soumena Kategori Motivasi
dipublikasikan 19 Desember 2017
Berdamai Dengan Masa Lalu

Satu hal yang ditakdirkan Tuhan untuk dimiliki oleh manusia adalah masa lalu. Sekuat hidup berubah dan berjalan, kepingan masa lalu akan menjadi teman paling setia. Dalam urusan asmara, masa lalu adalah kenangan yang telah menemukan jawabannya, happy ending or sad ending. Apa yang telah menjadi masa lalu sebuah hubungan asamara adalah sebuah proses yang begitu menguras rasa dan nalar.

Kesalahan terbesar manusia dalam menyikapi masa lalu adalah membiarkan dirinya terjebak. Bekutat pada satu kenangan dengan satu sosok di dalamnya, yang justru sulit mengantarkan pada perubahan. Baik pria dan wanita, menyikapi masa lalu tentu memiliki jalan yang berbeda. Kecenderungan pria dengan ego yang kuat, membuatnya sedikit tertutup pada masa lalu asmaranya. Tapi, jika masa lalu itu masih dianggap berarti, mereka tidak ingin hal itu diketahui oleh orang lain. Dalam artian, seolah pergi meninggalkan kenangan, namun tidak dengan sisi kepeduliannya.

Wanita adalah objek paling sulit dalam menyikapi masa lalu. Hakikat wanita yang lebih mengedepankan rasa dibandingkan logika adalah satu alasan bagi masa lalu memberikan pengaruh pada kehidupannya. Namun, ketika wanita mampu menjadikan masa lalu asmaranya sebagai “hikmah”, dia akan menjadi sosok paling kuat dalam meraih perubahan. Masa lalu dalam urusan asmara hanya tergantung dari bagaimana manusia menyikapinya.

Kalimat “Aku tidak bisa melupakannya, aku pikir, cuma dia yang paling mengerti aku” atau “Semua pria sama saja, diciptakan hanya untuk menyakiti hati wanita” adalah bagian dari pesimistis yang dihasilkan oleh masa lalu. Membiarkan rasa beradu dengan logika, hanya membuat semuanya seperti berjalan di tempat. Manusia hanya butuh waktu untuk bertahan pada masa lalu asmaranya, lalu perlahan-lahan melepaskan, untuk sebuah genggaman baru di depannya.

Jika kamu adalah seorang masih terjebak dengan masa lalu asmaramu, ingat, Tuhan adalah master plan terbaik dalam hidup ini. Mungkin ini saatnya kamu berdamai dengan masa lalu asmaramu, karena Tuhan punya alasan memberinya gelar “masa lalu”. Sekarang kamu harus tahu mengapa banyak orang memberi nasehat atas sesuatu yang telah terjadi dengan kalimat “Sudah, ambil hikmahnya saja”. Yah, kamu hanya harus menjadikannya pelajaran berharga untuk menata hidupmu yang lebih baik ke depannya. Tidak ada gunanya berkutat denga masa lalu asmaramu, kamu hanya perlu melangkah bersamanya, namun berlawanan arah, dan perlahan kamu pun menjauhinya.

  • view 183