Senja Berkhianat

Daeng Fadly Soumena
Karya Daeng Fadly Soumena Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 17 April 2016
Senja Berkhianat

Hari ini langkahku tidak secepat sebelumnya, pandangan tidak sejelas biasanya. Beralaskan bibir pantai, terpaan ombak menjalar disekujur tubuh seraya memeluk kesedihanku. Genggaman tangan yang dulu kurasa, kini berubah menjadi kehampaan dan penyesalan. Nyiur angin pantai tidak dapat menggantikan bisikan manja yang kau hempaskan ke relung jiwa. Hempasan yang meninggalkan jejak "Kurang ajar" yang aku sebut kenangan. Logika yang tak dapat menerima takdir, dan rasa yang masih saja terbiasa akan hadirmu, terus membujukku untuk mencari penggantimu.

Pasir pantai yang dulu membekas jejakmu bersamaku, kini kehilangan sosok anggun penghuni tetapnya. Malam ini sudah pasti berlalu tanpa dirimu. Senja tidak akan menghadirkan kejutan untukku, karena dia tahu bayangan yang terbentuk tidak lagi memiliki pasangan. Siluet yang terekam jelas dalam memori kamera, kini hanya meninggalkan luka. Luka yang tercipta dari ketidak mampuan pikiran menyatu dengan rasa. Kini, senja kehilangan ceritanya. Berkhianat dengan keindahan yang dimilikinya, dan membiarkan kisahku hidup dalam lamunan dan kesedihan.

Sajak yang dulu kutuliskan bersama senja, kini menorehkan tulisannya pada lembaran kehidupan lain. Mengisi paragraf baru bersama alunan melodi asmara pada hati yang berbeda. Kekuatan bertahan terasa lebih sulit dibanding menjelaskan pertemuan "Kurva permintaan dan Penawaran" dalam ekonomi. Hidup ini harus terus berjalan, hingga waktu terputus, walau tanpa dirimu, walau tanpa keindahan senja.