Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 16 April 2016   14:26 WIB
Betul, Saya Jatuh Cinta (Lagi)

Senyum, adalah alasan pertama hati ini menuruh pilihan padamu. Jatuh cinta akhirnya menjadi satu-satunya pilihan dan aku tidak dapat lari kemana-mana. Meyakinkanmu, adalah proses yang jauh lebih sulit dibanding mengerjakan soal ekonometrika yang diberikan oleh dosenku. Keputus asaan terus menghampiriku, namun kesetiaan selalu menjadi alasan jiwa ini menempatkan dirinya pada barisan terdepan mempertahankanmu. Ada satu hal yang aku pelajari, kemurnian cinta jika hanya dipandang dari sebuah kesetiaan, maka hakikat cinta tidak tersampaikan. Pejuangan dan pengorbanan, adalah tolak ukur yang sering di "anak tiri" kan dalam sebuah hubungan. Saya bisa saja setia namun saya belum tentu berkorban, tapi jika saya sudah berkorban, berarti saya melakukannya karena cinta dan kesetiaan. Hubungan yang telah lama kita bangun, telah mengantarkan jiwa ini pada proses kedewasaan. Terkadang aku cemburu dengan kenyataan fisik bahwa kau cantik dan aku biasa saja. Puluhan pria menyatakan cintanya kepadamu, tanpa memperhatikan "kehadiranku" dalam hatimu. Bagaimana dengan diriku? Satu pun kaum hawa tidak menyatakan ketertarikannya padaku, bahkan untuk sampai menyatakan perasaannya pun tidak ada. Jika kisah ini berakhir, kau tidak membutuhkan waktu lama untuk menemukan sosok penggantiku. 

Akhirnya aku Jatuh cinta lagi, bukan pada sosok kaum hawa sepertimu, dan bukan berarti pula aku penyuka sesama jenis. Aku jatuh cinta pada mimpi yang ingin aku wujudkan dikemudian hari. Mimpi yang telah aku bangun sejak kecil dari semua peristiwa dalam hidupku. Aku tersadar, diri ini terlalu sibuk memikirkan kebahagiaan orang lain, dan melupakan kebahagiaan diri sendiri. Jiwa ini pun terbawa pada sisi kepedulian yang sering menyiksa diri. Saya ingin kau hadir sebagai sosok penyemangat dalam usahaku mewujudkan mimpiku, karena bersamamu adalah salah satu mimpi yang ingin aku wujudkan dikemudian hari.

Karya : Daeng Fadly Soumena