kucing pemalas

dadang kurniawan
Karya dadang kurniawan Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 01 Agustus 2017
kucing pemalas

kucing ini yang sering gw liat tiap kali solat di basement Taman Ismasil Marzuki, selalu tidur, posisinya sama, kadang-kadang gw menggoyang-goyangkan badanya supaya kucing ini bangun, tapi hanya badan gemuknya saja yang terlihat mengombak, menambah betapa menggemaskanya kucing yang satu ini, beberapa orang juga sering gw liat mengelus-elusnya, tapi kucing ini hanya mengeong protest, memperlihatkan mata sinis dan melebarkan mulut untuk memperlihatkan gigi dan taringnya yang kecil tajam dan lucu, mengutuk manusia-manusia yang mengganggu kesenanganya, kemudian dia kembali meringkuk melanjutkan satu-satunya kegiatan yang dia lakukan dalam hidupnya.

gw mendadak respect, karena kucing gembul yang kerjanya hanya menggeletak tiduran ini punya stand, dia punya pendirian, dia nggak peduli dengan manusia-manusia yang mengganggu tidurnya karena gemas dengan bentuknya yang tembem, dia juga nggak perlu harus bersikap ramah untuk menyenangkan banyak orang, kucing ini hanya ingin melakukan apapun yang menyenangkan hatinya, melanjutkan hidup tanpa perlu pecicilan mencari perhatian banyak orang, biarkan orang menyukai apa yang mereka sukai dan biarkan orang membenci apa yang mereka benci dari kucing ini.

randomly, moment-moment kaya gini yang kadang muncul dikepala gw, memaksa gw untuk mengingat-ingat detail dari setiap kejadian, kemudian, gw akan melakukan komparasi dan mengait-ngaitkanya pada hal apapun, relevansinya dari moment ini dihidup gw adalah :
ㅤㅤ
Gw selalu menyukai apa yang gw sukai dan gw membenci apa yang gw benci pada hal apapun (filem, buku, teman, orang, perasaan, karya seni dll), tp itu nggak jadi soal, ini udah bagian dari bentuk bersosial dan berinteraksi, tapi kadang-kadang, gw suka pecicilan, mencari perhatian banyak orang, gw mau jadi inspirasi, gw mau disukai dan gw mau jadi role model, tapi sekali lagi, orang hanya menyukai apa yang mereka sukai dan mereka akan membenci apa yang mereka benci.

untungnya,  sejak sekolah menengah kejuruan, gw mulai membiasakan diri untuk berdamai dalam keadaan apapun dan jujur pada siapapun, selama tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

  • view 44