Entah Namanya Apa?

rahma desyani
Karya rahma desyani Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 05 Februari 2016
Entah Namanya Apa?

ENTAH NAMANYA APA?

?

?

Ceritaku tentang rasa yang dirindukan mileya untuk Dilannya.

Keberanian yang sama seperti saat jung hwan melepaskan Doek sun untuk sahabatnya.

Derita yang sama seperti Cinta ditinggal Rangga . . . .

Tapi kami tidak sama, mereka hanyalah cerita dan aku adalah nyata.

?

?

Rasa itu tumbuh saat hati sendiri dihibur harapan seolah cinta adalah nyata. Kami bersahabat namun temanpun banyak yang lebih dekat. Terlalu banyak jarak, jauh seolah duduk disampingnyapun bagian dari mimpi...

Dari persahabatan yang berjauhan inilah kami memulai cerita.

?

Satu langkah lebih dekat adalah anugrah. Melihat tatapannya, bertegur sapa dengannya, menanyakan kabarnya, menyentuh ujung jarinya, menggenggam bahunya, hingga memeluknya adalah Do?a.

?

Tapi Hidup tak sesingkat novel romansa, cerita ini berlanjut sampai tahun ketiga . . .

Hidup itu berubah, tidak selamanya dia dan aku ada. cerita kadang mengalir pada arah yang berbeda. Dia pergi dengan hidupnya, aku melangkah dengan hidupku, tapi kami masih menyimpan satu titik yang sama.

?

Dia menjauh, tatapannya berubah. Akupun berubah, pandanganku menjauh. Pernahkah kalian melihat angsa menjadi itik?, itu cerita mengenaskan, mengharukan dan sangat menyakitkan. Bagaimana bisa hidup yang tak sempurna ini menjadi lebih tidak sempurna?. Aku semakin menderita.

?

Cinta itu tak nyata. Sepanjang tahun aku berdoa untuknya, bahkan aku tak menjamin sebuah rasa. Rindu itu adalah dusta. Setiap hari aku menyebut namanya, bahkan mencarinyapun aku tak pernah kuasa . . . cerita kami adalah cinta tanpa rasa, rindu tanpa bertemu.

?

Jika kalian menamainya cinta, benarkan ini cinta?

Aku memanggilnya disetiap doa.

Aku memikirkannya dan merindukannya.

Menangis kadang jika itu sakit, tertawa kadang jika itu lucu, hanya untuk mengingatnya.

Cukupkah itu sebagai cinta??

Aku hanya gadis buta yang merindukan sahabatnya . . .

Seperti mileya yang kadang memikirkan dilannya.

Seperti jung-hwan yang tidak berjuang demi cintanya.

Seperti cinta yang rela ditinggal rangga . . . .

?

Tapi aku bukan drama, aku adalah nyata. Rasaku bukan dusta, hanya saja aku tidak bisa menamainya ?Cinta?.

?

?

  • view 153