Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 1 Desember 2017   19:32 WIB
Sudahkah kau libatkan Allah?

Saat itu pagi menyapa, gerimis dan ditemani teh manis. Itu sederhana bukan? Tetapi ada hal sederhana dari sudut lain.

Mempunyai siblings lelaki semua dengan karakter berbeda-beda itu unik. Bisa belajar mengahadapi the real man's life tiap harinya.
Tentu, bisa belajar sedikitnya mendidik (re:ngasuh) khususnya si adik-adik lelaki yang orang bilang 'cowo susah diatur, bandel, malas, ah apapun itu namanya!' mungkin itu hanya paradigma.
Nyatanya tidak semua. Wajar jika sesekali susah diatur, malas dan hal lumrah lainnya.
Meskipun one and only jadi perempuan, tetapi tetap bisa berkolaborasi. Dalam hal apa? Apapun.

Akhir-akhir ini dapet lesson's life dari si "pangais bungsu" yang katanya lagi berjuang demi mendapatkan beasiswa. Memang, ia masuk universitas negeri yang jurusannya terkadang menguras saku, tetapi menguras saku untuk menunjang pendidikannya (hehe)
Sebetulnya, saya lebih dominan tahu tentang perjuangannya.
Mulai dari bantu "teh ada info beasiswa lagi kah?" Bantu cari info, listing persyaratan. "Teh ada contoh resume/essay kah?" Begadang pinjam laptop untuk bikin essay/resume bulak-balik baca ulang.

Tahapan demi tahapan ia lalui.

Jika pada saat itu lolos pastinya akan maju ke tahap selanjutnya, sedikit lega usahamu terbayar tunai. Tetapi jika tidak? The end!  Essay yang sudah dibuat sia-sia, hasil begadangnya tak membuahkan hasil, tenaga dan pikiran terkuras.
Namun... Itu semua salah, ia jadikan acuan, motivasi, pelajari ulang apa yang salah dan kurang.

Gagal..coba lagi
Gagal..coba lagi

setelah ia jungkir balik melalui tahapan demi tahapan, berbagai beasiswa yang ia ikuti. Ada yg lolos hanya tahap 1, ada yg lolos sampe tahap 2 atau bahkan tidak lolos sama sekali.

Kemarin lusa, jerih payahnya terbayar sudah.
Salah satu Kementerian yang rutin memberikan beasiswa untuk putra-putri terbaik bangsa memberikan secercah cahaya.
Terpampang jelas namanya menyatakan ia lolos! Bukan hal mudah, karena harus bersaing dengan banyak manusia yang katanya sudah punya pengalaman dahsyat sehingga mereka tahu 'tips and trick'nya dan faktor-faktor lainnya diluar kehendak kita.

Mendapatkan 'ini' adalah amanah besar yang harus dipergunakan sebaik mungkin.
Banyak diluar sana yang harus jerih payah demi mengenyam pendidikan tinggi bahkan ada yang tidak merasakan bangku kuliah. Ah terlalu jauh! Mungkin bangku SD pun tidak mereka rasakan.

Nyata, hasil yang baik lahir dari usaha yang baik.

Jika Allah tetapkan ini untukmu, Allah akan berbisik ''ini untukmu wahai hambaku"
Apapun sudah Allah tetapkan di Lauhul Mahfudz.

Kegagalan demi kegagalan yang kau dapat, itu menjadi goresan tinta perjalanan hidupmu. Jika berhasil itu merupakan hasil jerih payahmu dan berkat Ridho-Nya kepadamu.

Jika merasa gelisah, putus asa, goyah dan menyerah. Tinjau ulang! Tinjau ulang niatmu, tinjau ulang usahamu, tinjau ulang ibadahmu.
Sudah seberapa besar rasa syukurmu? Sudahkah libatkan Allah dalam setiap urusanmu?

Karya : Corina Dwi Cahya Ningrum Jiwantoro