Cintaku Berawal Dari KENTUT

ida yuliana
Karya ida yuliana Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 04 Januari 2018
Cintaku Berawal Dari KENTUT

Cintaku Berawal Dari Kentut

 

Saat itu Rieta yang berstatus sebagai Mahasiswa Baru sedang duduk santai di pojok kantin. Ia memainkan benda persegi panjang yang sedari tadi digenggamnya. Ditemani secangkir kopi, Rieta mulai membuka pesan masuk satu persatu.

 

"Hey, boleh aku duduk bersamamu." Suara seorang cowok dibelakangnya.

 

"Silahkan." Rieta menjawab tanpa menoleh siapa cowok itu. Ia tetap memainkan handphonenya.

 

"Kamu nggak ada jam kuliah? Kok aku perhatiin dari tadi di kantin." Cowok itu membuka percakapan.

 

"Iya,, Dosenku tiba-tiba ada urusan." 

 

"....." bla bla bla, cowok itu terus saja bertanya ini itu.

 

"Nggak bosen apa dari tadi diem aja di sini?" Cowok itu berbincang seolah mereka sudah saling kenal. Rieta akhirnya penasaran juga. Ia mendongak dan mengalihkan perhatiannya pada cowok di hadapannya itu.

 

"Apa kamu mengenalku?" Rieta bertanya dengan mata tetap memandang cowok itu. 

 

Yang ditanya bukan menjawab malah tertawa. Membuat Rieta bingung, apakah ada yang salah dengan pertanyaanya?

 

"Kenapa kamu tertawa?" Suara Rieta menghentikan tawa cowok itu.

 

"Kamu itu ya, masih mudah kok sudah pikun. Kita kan satu kelompok waktu PPS kemarin." Tangan cowok itu memukul kepala Rieta pelan. 

 

Rieta masih menatap cowok itu lekat, berusaha untuk mengingatnya. "Oooh, kamu ini Andre yang selalu mengambil jatah makanku itu kan." Ya sekarang Rieta ingat siapa cowok dihadapannya itu.

 

"Hmm,, lama amat neng ingatnya. O iya, dari pada bengong disini mending kamu ikut aku aja." Tawar Andre.

 

"Kemana?"

 

"Udah ayo ikut aja, dijamin kamu suka tempatnya." Andre langsung menarik tangan Rieta.

 

Dengan motornya Andre membawa Rieta ke sebuah hutan di tengah kota. Tempat yang sungguh sejuk dan sedap dipandang. Pohon-pohon besar berdiri kokoh disana. Rumput hijau terhampar menjadikan alas bagi siapapun yang berkunjung disana. 

 

Andre membawa Rieta ke sebuah sungai kecil yang mengalir di tepi hutan itu. Mereka duduk bersama, menikmati hamparan padi di depannya.

 

"Aku baru tahu ada tempat kayak gini." Rieta masih menikmati pemandangan di hadapannya.

 

"Dasar kamunya aja yang kurang update." Andre menepuk jidat Rieta.

 

Mereka saling pandang kemudian tersenyum. Entah kenapa Rieta merasa nyaman dekat dengan Andre, begitupun Andre. 

 

Lama mereka berbincang-bincang. Bercerita ini itu, tertawa hingga akhirnya terhenti karena ada sesuatu yang lewat diatas mereka. Spontan Rieta menoleh dan takjub. Ternyata yang sedang terbang di atasnya itu adalah seekor kelelawar. Tunggu dulu, ini bukan seekor tapi sejuta kelelawar yang beterbangan keluar dari sarangnya. Sungguh ini menambah nuansa seperti di hutan sungguhan.

 

Setelah kelelawar-kelelawar itu pergi mereka kembali bercanda ria. Andre meraih tangan Rieta dan menggenggamnya.

 

"Kenapa Ndre?" Rieta bertanya pelan.

 

"Rieta, sebenarnya aku..." Belum sempat ia meneruskan kata-katanya tiba-tiba terdengar bunyiii... BRUUUT...

 

Keduanya saling menatap. Rieta bingung mencari sumber suara itu. Ia menatap sekeliling tapi tidak ada orang lain, hanya mereka berdua ditempat itu. Tak mungkin juga suara itu berasal dari dirinya sendiri, karena Rieta tak merasa buang angin.

 

Apa mungkin Andre yang buang angin?Batin Rieta bertanya-tanya.

 

Rieta kumudian menatap Andre, terlihat rona merah dipipinya. Dan benar tadi itu Andre yang buang angin.

 

"Sorry, kelepasan." Andre berkata jujur sambilnyengir.

 

Sontak saja Rieta tertawa lepas mendengar pengakuan Andre. Baru kali ini ada cowok yang gak ilfeel mengakui perbuatan itu dihadapan cewek. Dan gagallah rencana Andre untuk mengungkapkan perasaannya pada Rieta.

 

Andre malu bukan kepalang, karena Rieta tetap saja menertawainya hingga mereka pulang.

 

###

 

Malampun tiba, Rieta duduk di teras rumah sambil membaca novel miliknya. Tiba-tiba saja ia tertawa mengingat kejadian tadi. Betapa konyolnya Andre itu. Dan baru kali pertama ia dikentuti oleh seorang cowok.

 

Dreeet...dreet...

 

Handphone Rieta bergetar, ada sebuah pesan masuk.

 

"Selamat malam sayang, semoga mimpimu indah. I love you." Bibir Rieta tersenyum membaca pesan itu. Hatinya bahagia mengetahui si pengirim pesan. 

 

Ia memeluk handphonenya dan beranjak tidur.

 

###

 

Seminggu sudah dari kejadian di hutan waktu itu. Rieta kini sedang berada diujung koridor perpus. Ia berniat mengembalikan buku yang dipinjamnya dua hari yang lalu.

 

Saat tangan kanannya meraih pegangan pintu, ada sebuah tangan yang menariknya dan membawanya menjauh dari perpus.

 

"Apa sih Ndre?" Rieta mencoba melepaskan pegangan tangan Andre.

 

"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu." Andre memegang pundak Rieta.

 

Rieta mulai merasakan jantungnya berdetak lebih keras dari biasanya. 

 

"Rieta, aku sayang kamu." 

 

Cup.. Sebuah kecupan mendarat mulus di pipi Rieta. Pipi tembam itu seketika menjadi merah merona.

 

"Aku suka kamu sejak kita pertama bertemu. Apa kau juga menyukaiku dan mau menjadi kekasihku????" Andre menggenggam tangan Rieta.

 

"Aku mau karena aku juga menyukaimu sejak kamu kentut waktu itu." Jawab Rieta yang kemudian diikuti tawa lepas keduanya.

 

Andre memeluk Rieta erat karena mereka sudah resmi berpacaran. Cinta yang tumbuh dan bersemi karena hal konyol, yaitu KENTUT.

 

 

 

End

  • view 76