Surat Masa Lalu

Surat Masa Lalu

ida yuliana
Karya ida yuliana Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 04 Januari 2018
Surat Masa Lalu

Part 1

Bahagia itu butuh perjuangan dan tak jarang juga harus dilengkapi dengan pengorbanan.

Malam ini sungguh terasa amat panjang bagiku. Pagi yang kunanti tak kunjung tiba. Mataku tak sedikitpun merasakan kantuk, sedang hatiku sangat bahagia karena membayangkan kehidupan baruku yang akan dimulai besok pagi. Dikesunyian malam aku hanya berbaring di dalam kamar yang sudah dihiasi dengan bunga-bunga, indah. Sesekali kulirik layar handphoneku yang disana telah kupasang foto seorang pria yang sedang tertawa lepas sembari memelukku. Bayu Saputra, itulah namanya. 

###

Hari ini aku ada janji dengan salah seorang teman laki-lakiku. Dia memintaku untuk menemaninya memilihkan piyama terbaik sebagai kado di hari pernikahan kakak sulungnya.

"Nisaaaa." Reyhan berteriak memanggil namaku. Ini adalah kebiasaan buruknya. Ia tak pernah mau mengetuk pintu saat datang kerumah. Suaranya yang nyaring itu sangat mengganggu tidurku. Hari ini adalah hari Minggu, aku biasa menghabiskan pagiku dengan bermanja-manja di atas kasur. Dengan malas aku bangun dan membuka jendela kamar yang langsung menghadap halaman rumah. Sudah kulihat wajah menyebalkan Reyhan yang sedang tersenyum di halaman rumah.

"Ayo Nisaaaa. Aku tunggu 10 menit." Gayanya yang sok keren itu membuatku semakin kesal. 

"Dasar bocah tengik, minta tolong tapi lagaknya memerintah." Aku berdecak kesal sambil masuk ke kamar mandi. 

15 menit,, aku sudah selesai. Aku keluar hanya menggunakan celana jeans biru dan kaos panjang putih. Aku memang orang yang tak terlalu ribet dalam urusan busana, yang terpenting nyaman dipakai.

"15 menit kau baru selesai, dasar wanita." Wajah Reyhan nampak kusut karena menunggu yang baginya sudah terlalu lama. Langsung saja Reyhan melajukan mobil putihnya menuju salah satu pusat perbelanjaan.

Tak butuh waktu lama kami sudah tiba di tempat tujuan. "Nis, pokoknya kak Rita harus suka sama pilihan kamu, kalau gak nanti kamu harus bertanggung jawab." Reyhan terus saja berceloteh dibelakangku. Sedangkan aku sibuk memilih piyama yang cocok dengan kak Rita. Meski aku hanya teman Reyhan tapi aku sedikit banyak tahu kesukaan kak Rita. Kak Rita sering mengajakku shopping, masak, kami sangat dekat, bahkan dia juga menganggapku sebagai adiknya. Wajar memang, karena dulu Reyhan adalah pacarku. Dia sering mengajakku untuk ikut dalam acara-acara keluarganya. Aku mengenal baik satu persatu anggota keluarga Reyhan. Bahkan meski kami tak lagi menjalani hubungan itu, keluarga Reyhan tetap menganggapku bagian dari keluarganya.

Tanganku masih sibuk memilah satu persatu piyama dan akhirnya pilihanku jatuh pada piyama berwarna baby pink.

"Kita pilih ini saja." aku langsung menjulurkan piyama pink itu pada Rey. Kurasa ini cocok dengan kak Rita. Warna pink adalah warna favoritnya.

"Kamu yakin?" Rey melihat piyama itu dengan seksama kemudian menatapku seolah meminta kepastian dariku.

"Yakin sekali." kuacungkan jempolku untuk meyakinkan bahwa piyama ini bagus dan cocok dengan kak Rita. Dia pasti akan menyukainya.

"Oke, kita ambil yang ini." Rey menarik tanganku menuju kasir. Aku terpaksa mengikutinya. Dan tiba-tiba...

"Nisa,, " Suara seseorang yang tak asing di telingaku. Ya dia memanggil namaku. Spontan aku dan Reyhan menoleh.

"Bayu." Mulutku terbuka saat menemui Bayu sudah berdiri tepat dihadapanku. Dia menatapku datar, tak seperti biasanya. Lalu tatapannya turun mengarah pada tanganku dan baru aku sadari, ya ampuuun, Reyhan masih menggenggam tanganku. Dengan cepat aku melepas genggaman Reyhan. 

Baru saja aku mau menjelaskan pada Bayu, tapi dia sudah berjalan meninggalkaku. Aku berniat mengejarnya, tapi Reyhan menahanku.

  • view 56