Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 18 Maret 2016   10:33 WIB
HATERS BACK OFF!

Sejak merebaknya kehidupan dunia maya nan gaib, maka berbondong bondonglah umat manusia memasuki pintunya,
membahas apapun; cinta, kehidupan privasinya, kreatifitas, kegundahan, agama, politik, kehidupan orang lain, dunia hiburan hingga keinginan untuk mengakhiri hidupnya.

Lahir pula orang-orang hebat dan berwacana luas, para ulama-ulama, nabi-nabi baru, bahkan tak sedikit yang mengaku sebagai Tuhan.
Mereka dihadapkan pada banyak pilihan untuk dibaca dan dilihat, akan terjadi banyak benturan seperti asteroid di angkasa luar di dalam kepala mereka, meledak bagai suara badai, beberapa melepaskan dirinya dengan bebas, dan tak sedikit yang terhanyut oleh arus informasi yang membanjir dan deras.
Makin hari makin banyak yang bisa diragukan, pengetahuan luas dan menggunung terkadang melakukan banyak revisi pada dirinya, semisal hari ini sebuah artikel penuh semangat memperbincangkan perubahan sedangkan esoknya, mereka mengakui bahwa apa yang tertulis kemarin adalah kesalahan redaksional dan informasi. Jadi, bagaimana jika kita hanya berada di hari sebelumnya, dan yang lain berada di hari esoknya?
ya, bisa dipastikan perang besar akan semakin besar kemungkinannya terjadi. Meskipun sejak detik ini pun telah terjadi peperangan; awalnya ironi namun lama kelamaan menjadi membosankan.

Semisal lagi, orang-orang yang gemar menghujat negri ini, bangsa ini juga pemimpin yang telah ditetapkan, juga konstitusi dan 'tetek bengek' kenegaraan dengan dalih kritikan, kebebasan dan hak-hak menjadi warga negara.
Pada akhirnya, hanyalah bersembunyi dibalik eforia dalil-dalil, sejenak menjadi umat paling alim, dan sejenak berubah menjadi fakir.
Seperti pula kebencian lainnya; bisa terjadi sebuah produk cola, olah raga sepak bola, bahkan aksi lingkungan yang non profit pun bakalan kena imbasnya. Ini membuktikan jika sebuah kebodohan dimulai dari kebingungan-kebingungan. Tak ada hubungannya dengan sistem pembelajaran yang muluk, atau berapa ijasah yang dimiliki, atau seberapa banyak diskusi hebat yang diikuti bukan?

akui saja, bahwa kita belajar dengan membayar mahal, seperti paket hemat paha ayam di Mc. D, tapi tak termasuk paket moral dan mentalitas.


Seperti kata pepatah dari media sosial :D
--mengemis pada dunia betapa perut keluarganya butuh diberi makan--
Mereka hanyalah cecunguk keadaan, entah apa yang lebih mereka takutkan. Tuhan atau kejamnya dunia?
Untuk para pembenci yang menyebalkan, untuk keseimbangan dunia hitam dan putih.

dan seperti katanya mbak Miranda Sing
"cintamu membuatku kuat, kebencianmu membuatku tak terhentikan"

Karya : Donny coffeeaddict