TUNGGAL

Donny coffeeaddict
Karya Donny coffeeaddict Kategori Puisi
dipublikasikan 12 Maret 2016
TUNGGAL

Bahkan umur telah melaju bagai kejap,
bahkan aku tak mampu pula menuliskannya,
dan bahkan aku banyak melupa.
Uban ilalang
kulit riak sungai
dan sengal nafas menderu
menyerukan sia yang purba.
Pagi berwarna senja
dan malam terlalu panjang
untuk kita bercinta bagai masa muda.


:binatang!:


Bibir semakin diam,
tatap mata tak lagi beradu,
mungkin telah jenuh untuk memahami mesra.
semakin renta, ya tentu saja
tapi bukan berarti hilang cinta.
Aku hanya kejang memahami Tuhan
dalam hidup, dalam kesombongan hati,
dalam berisik siaran televisi,
dalam amarahmu yang tertahan,
dalam tangis buah hati, dalam rindu saat jauh,
dalam tangis sujud, dalam ayat-ayat yang
aku tak memahami bahasanya,
dalam rekening bank dan kopi yang membosankan.


Dalam-dalam...
Dalam-dalam aku menarik paru untuk menguasai dunia,
meskipun serasa gagal.
Tasbih selalu berputar,
Tak menyebut namaMu selalu,
kadang sengaja kukosongkan,
karena malu jika kosong lebih rindu menemuiMu,
lebih bersahaja kala bicara,
mengimamiku menunggu masa.
Masih, rumit untuk menjabarkannya,
menemukan cinta di lenguh kekasih,
dan cinta padaMu.


Tapi entahlah,
aku hanya merasa menemukan damai
saat bersamamu sayang...


Dan bersamaMu Tuhan.