PERKAMEN KEABADIAN

Donny coffeeaddict
Karya Donny coffeeaddict Kategori Puisi
dipublikasikan 12 Maret 2016
PERKAMEN KEABADIAN

Kita telah singgahi bangku berbayar perkamen keabadian
menjadi cendekia semesta dan menaklukkan jalur Tuhan.
Padahal di sela hari kita berlebih dalam merampas waktu,
berbagi desah, dan terkapar di lantai renta.

Pada sore yang binar, manakala hujan menggebu
menembangkan apapun yang sesal
lalu berakhir kita muntahkan tangis tanpa saling berpelukan.
--Bahkan sekilas pertemuan mata berakhir tabu.
Dan langit tak lagi melukis jingga untuk kesekian kalinya.--

Keindahan adalah jalan panjang kadang juga menyesatkan,
sebagian lainnya samar, lamat, lena mematikan.
Jalan terang-pun kadang penuh cobaan.
Mungkin seringkali kita akan terjatuh,
entah akhirnya bangkit atau menjadi bangkai ringkih dan menyerah.

Kita telah singgahi perkamen keabadian,
merangkai diksi di ketinggian khayal,
ruang purba untuk menghabiskan sisa-sisa,
percumbuan singkat,
dan melupakan apapun untuk terus berlari.
Mengepul semangat...
Semakin lupa...
semakin lupa
namun terus berlari.

  • view 82