NGOBROL KEARIFAN

Donny coffeeaddict
Karya Donny coffeeaddict Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 Maret 2016
NGOBROL KEARIFAN

Obrolan di suatu sore,

15.00
Bahwasanya kearifan hidup akan lahir dari kemapanan ekonomi, kemapanan mentalitas,
spiritual dan ketentraman hati. Entah sebab impian yang terwujud,
entah dari cara beribadah atau entah pula dari percintaan yang membahagiakan.
Meskipun standarisasi tiap manusia berbeda-beda, termasuk juga cara pandangnya.

Kita bisa memulainya dari berkaca pada diri sendiri; mungkin dimulai dari pekerjaan, cara kita memenuhi kebutuhan, mungkin juga dari cara kita memberikan kasih sayang pada sesama atau kekasih tanpa pamrih dan tendensi balasan yang melahirkan posesifitas sebagai wujud ego yang pasti akan melaju ke titik negatif.
Sebab telah dipastikan, jika beban terbesar kita ternyata adalah keinginan-keinginan,
dan penghalang terbesar kita adalah waktu yang bergulir.

15.23

Kenyataannya, sistem politik hukum di negara kita belum mengatur masalah tentang ekspansi ideologi transnasional.
Begitupun sistem penegakan hukumnya.
Kondisi yang demikian tentu akan menimbulkan ketidakjelasan
posisi kelak ketika terjadi perang terbuka antara blok Saudi versus blok Iran.
Tapi masa sih, intelegen kita tak membaca situasi ini.
Saya percaya dengan kehebatan mereka, juga counter masyarakat kita dengan tameng kearifan lokal yang kuat.
Syarat yang berat dan harus dilatih sejak dini adalah menjadi berpikiran terbuka,
mampu menenangkan diri dengan banyaknya arus informasi yang memancing emosi.
Jika segala hal terburu direaksikan dengan kemarahan, dapat dipastikan bahwa kita akan kalah sebelum berperang.
(???...mmmm...entahlah...)

?15.40

Ada banyak jalan untuk mendalami kearifan entah kau memulainya dengan lambat atau cepat, entah dari kalimat dalam buku atau cerita melewati telinga, atau mungkin hanya melihatnya lalu menyimpannya dalam hati.
Ambil saja contoh kutipan Jean Paul Sartre ?Saya curiga terhadap hal-hal yang tidak disampaikan secara terbuka, karena di sanalah sumber segala kekacauan?.

Sedangkan dalam bahasa sederhana, atau malah lebih konkrit, kompleks namun terkonversi dengan baik juga bisa kita dapatkan dari lirik lagu dangdut"Bukak sitik...joss!."

Bedanya, retorika dalam kenyataannya masih dikotakkan 'harga dirinya' melalui label kredibilitas para filsuf dan tokoh terkenal. Jika suatu hari kau bertemu orang pintar, Ajaklah dia goyang kayang...ok.

?

  • view 99