OPINI : PENDIDIKAN MAHAL?

Donny coffeeaddict
Karya Donny coffeeaddict Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 09 Maret 2016
OPINI : PENDIDIKAN MAHAL?

?Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk nemperoleh pendidikan.?

Sebuah kutipan dari peraturan perundang-undangan tentang sistem pendidikan nasional ( pasal 5 UU RI No. 2 Tahun 1989 dan ditetapkan pada tanggal 27 Maret 1989 ) sangat menegaskan tentang posisi masyarakan dalam keterkaitannya terhadap hak penerimaan porsi yang sama untuk mengenyam pendidikan, meskipun nantinya harus melalui berbagai batu sandungan berupa pembiayaan dan pengeluaran yang wajib untuk dipenuhi jika benar-benar masuk di dalamnya.

Ekonomi masyarakat yang tak seluruhnya mampu memenuhi kebutuhan ?bangku? pendidikan menjadi momok berkepanjangan hingga hari ini. Beberapa stasiun radio dan televisi juga media massa lainnya saban hari sibuk membahas pergulatan pendapat masyarakat tentang mahalnya harga perdidikan, terutama pada jenjang perkuliahan. Hampir tidak ada perbedaan mencolok antara PTN dan PTS, padahal pada masa lalu, PTN di Negara kita menjadi sebuah ?icon? bagi seluruh kalangan, dimana memiliki peluang bagus tidak hanya bagi kalangan berduit, tapi dari sinilah kualitas bisa didapatkan dan nantinya diharapkan mampu membawa kepada kehidupan yang lebih baik.

Biaya, biaya, biaya?Itu saja yang selalu diperbincangkan, bahkan beberapa berpendapat bahwa ada permainan ?kotor? yang mewarnai dunia pendidikan kita, entah itu dari birokrasi, preman, dukun, atau apalah namanya. Yang pasti harus ada sikap bijak dari pemerintah untuk memperhatikan dan memberikan solusi praktis sesegera mungkin. Semakin besar peluang generasi kita mendapatkan pendidikan secara kualitas dan kuantitas semakin besar pula peluang Negara ini menjadi besar dan berkembang pesat.

Ironi?

semahal apapun sebuah instansi pendidikan memberikan label pada produknya, masyarakat? tetap mengupayakan yang terbaik bagi keturunannya (pada dasarnya ini adalah kewajiban sebagai orang tua) meskipun peluang kerja untuk perbaikan hidup semakin sempit saban hari. Apalagi tak semua dari generasi kita memiliki pemikiran entrepreneur dan terbuka dalam berbagai peluang apalagi harus mengejar atau mengupayakan beasiswa yang tak semua bisa mendapatkannya karena perlu keseriusan dan usaha sungguh-sungguh serta otak yang lumayan 'encer'. Ada yang sekedar 'manggut-manggut', mengekor keadaan. Padahal semua tahu bahwasanya harga yang ditawarkan oleh instansi pendidikan setara dengan produk yang mereka jual (mungkin). Tapi yakin saja, setidaknya itu yang menguatkan pola pikir masyarakat kita akan pentingnya pendidikan untuk mendapatkan peluang besar pengentasan kemiskinan, perbaikan hidup yang layak bahkan berlebih, juga peningkatan status sosial.

  • view 219