GAYA HIDUP 'NGOPI'

Donny coffeeaddict
Karya Donny coffeeaddict Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 09 Maret 2016
GAYA HIDUP 'NGOPI'

Nongkrong di kedai kopi telah merubah pola pikir generasi muda saat ini, sebuah gaya hidup baru, sekedar memesan secangkir kopi atau minuman lain dan beberapa suguhan makanan kecil yang menjadikan siapa saja para pengunjung betah berlama-lama di sana. Terlebih lagi perjumpaan dengan seorang kawan atau kolega untuk membahas perihal apapun; politik, olah raga, percintaan, pendidikan, filsafat, seni hingga teori keTuhanan dan sedikit hal-hal nakal berbumbu lawan jenis. Dan sebagian pula mengajak kekasih atau pujaan hati menikmati kopi dan seakan-akan menciptakan aura romantisme di ruang pribadi.

Di kota ini pun?telah muncul dan menjamur kedai-kedai kopi di tiap sudut strategis dimana anak-anak muda, tua, dan dari berbagai kalangan membaur dan berkumpul di sini. Tiap-tiap kedai ini menyajikan berbagai keunggulan racikan kopinya. Ada yang bercita rasa sesuai daerah asal seperti Gresik, Tulungagung, Bali, Kalimantan, Irian wamena, sidikalang, aceh gayo, candiroto, kopi lanang, wonosobo,?sampai kopi luwak yang harganya selangit.

Di Amerika Serikat sendiri, budaya ?ngopi? sudah dimulai sejak tahun 1971 ketika kedai kopi Starbucks untuk pertama kalinya dibuka di Pike Place, Seattle. Pada awalnya hanya kaum pria yang berkumpul seusai jam kerja untuk melepaskan penat sejenak. Dan kemudian budaya ini menyebar hingga Eropa, juga tidak lagi didominasi oleh kaum pria dan wanita namun sampai pada kalangan anak muda.

Hingga saat ini kopi tak hanya dikemas di warung dan kedai kecil tapi juga dalam nuansa caf? dan restaurant untuk lebih menonjolkan sebuah status dalam sosialisasi masyarakat. Bahkan tak jarang para ekspatriat datang kesini untuk menikmati menu kopi racikan tradisional dan asli dalam negri. Ini menyiratkan sebuah fenomena bahwa ?ngopi? telah menjadi identitas baru masyarakat kita,??bahwasanya mereka telah mengalami modernitas perilaku, pergerakan hidup yang cepat dan dijadikan pula sebagai media inspirasi bagi wacana dan ?pencarian ilmu pengetahuan (katanya...).

Jadi, bagaimana dengan ?ngopi? anda ?

  • view 220