SUATU WAKTU

Donny coffeeaddict
Karya Donny coffeeaddict Kategori Puisi
dipublikasikan 07 Maret 2016
SUATU WAKTU

Suatu waktu aku akan kembali padamu
bukan sebuah kebangkitan dari kematian
atau kenangan yang mengada-ada.
aku datang tanpa suara, tanpa nampak
tanpa tanda dan riuh pelafalan doa.
aku hanya mampir dengan harum di hujung penciuman.

bumi yang gundah, kotaku tak sesepi khidmat
kanak-kanak tak lagi memahami pekerti
untuk bersujud di kaki ibunya,
bersujud pada pertiwi dan mengemban kesucian
dianggap beban berlebih.

Hujan reda dan jatuh kembali tiada tentu,
angin malas bertandang,
matari membakar pandangan,
bulan bersimbah mendung,
mega menggelandang wabah penyakit,
debu di parumu berubah dahnyang pembisik.
mereka tak lagi memberikan arah jalan,
karena geram jua lelah bertasbih.

Kanak-kanak beranjak dewasa,
mampu mengepalkan tangan dan bersyair pengetahuan
mencatat perjalanan-perjalanan,
merakit besi menjadi senjata,
senjata menjadi pemusnah,
dan kebodohan dipungkiri atas nama
kebanggaan.
Memahami pribadi sebagai kesendirian.
kesendirian ialah pagar rapat dirinya dan ilahi,
hanyalah alasan agar tak sebelah mata orang memandang.
bersandang tanpa makna, setebal sutera berlapis-lapis
meredam lapar di perutnya.
Dan saat terbenam,
bertingkah seperti srigala,
memandang setajam elang,
menyanyikan mantra percintaan,
menaklukkan sundal-sundal yang lalai.

Suatu waktu aku akan kembali padamu,
kala alpa, kala terbitnya pagi diantara jam tidurmu yang berubah
malam yang tak terpejam untuk samadhi,
menata diri dalam kesempurnaan.
tapi bukan untuk mengingatkan,
memberikanmu keluhuran kaweruh,
hanya menarik jiwamu,
jiwa hitam, nyawa yang terbengkalai
di ribuah hari.

  • view 82