SUATU MASA

Donny coffeeaddict
Karya Donny coffeeaddict Kategori Puisi
dipublikasikan 05 Maret 2016
SUATU MASA

#1

Pernah suatu masa,
kita saling beradu bangga diantara papan kunci
dimana kau menjatuhkan lelehan hatimu
dan aku terkubur suka cita.
Ya, ya...Hari itu sore remang,
yang kuingat gelegar semeru yang muntah
tak mengalahkan degup gelisah,
aku tuangkan kerinduan dan kau juga,
hati yang berburu -menderu-deru-

Aku mencintaimu diam-diam,
kau mencintaiku diam-diam.
Aku menodaimu diam-diam,
kau melenguh diam-diam.

Ya, ya...kita hanyalah pertemuan kecil
di diam yang meledakkan kegilaan
melebihi atom Hiroshima,
jua Chernobyl di malam yang menyayat.
dan perhentian kehilangan dermaga,
menyisakan garis langit,
lalu sebuah bahtera samar
di lukisan kanak-kanak.
..................................................................
#2

Mungkin aku akan menjadi bapak
untuk anakku hingga mereka memahami
senja di raut muka.
Memandang riang atau getir
belantara hidup di tanah pijakan
yang tak mampu aku beli seluruhnya.
Atau malahan kelak,
kami hanya bercengkerama
tentang chip, panel, dan perangkat
lembut jua keras.
Dan lupa,...
Betapa pendeknya hidup hanyalah
perhitungan yang salah kaprah,
karena kita hanya menstimulasi jiwa
dengan apologi dangkal awal dan akhir.

Mungkin aku akan menjadi bapak
tak hanya untuk anakku tapi jua bagi negri ini.
Mengenalkan kosakata indah untuk khalayak,
tentang kupu-kupu yang hinggap di sanubari,
bunga-bunga di taman sungai,
sasangkala pelebur dosa,
dan bangunan batu penempa naskah cinta.

Mungkin suatu masa,
ada ribuah hingga milyaran pengharapan,
yang tak mampu terpakai seluruhnya,
sebab lalai...
Sebab membutakan mata,
mencolok telingan dan membisukan wicara,
sebab hati bergelimang malam
yang tak kunjung terang.