AKHIR

Donny coffeeaddict
Karya Donny coffeeaddict Kategori Puisi
dipublikasikan 04 Maret 2016
AKHIR

Sang pemikir menggunting kelambu waktu,
Menuliskan kalbu di kulit jeruk kuning terang,
Merekanya seperti matahari.
Dalam sembahyangnya ia sujud dan tengadah ke langit.
Ia tak hanya mengembara dalam kepala, pikirku.
Jarinya tetap menulis, melukis, menari, dan sambang di jiwa-jiwa rapuh.
Ia berkawan selembar nostalgia dan bahtera pemecah ombak.

Saban waktu kami bersua di bilik yang sama, karena tak ada beda.
Menemaninya banyak bicara dalam lagu, dalam aksara, dalam lukisan di atas kanvas, dalam layar kaca berisi keluh kesah dan kebahagiaan yang menyatu.
Menghantarkan kanak-kanak di taman anggrek, memandu belahan jiwanya di hening malam.
Begitupun berulangan tanpa waktu dapat diramalkan.

Suatu hari ia akan bertemu nihil, impiannya.
Mengumbar kembaranya sebelum usai, agar tak terkubur sia.

--kuda berpacu di ngarai antah berantah, nusa hijau dan sungai purba beriak abadi--

Diamnya, aku, juga sama.
Menunggu hati suci untuk ditempa.

  • view 70