TAFSIR

Donny coffeeaddict
Karya Donny coffeeaddict Kategori Puisi
dipublikasikan 03 Maret 2016
TAFSIR

Jika yang tersisa dianggap berhala dan beberapa lainnya memujanya sebagai karya agung peradaban.
Setidaknya kearifan tak pernah mampu terjangkau keserakahan hari ini.
Bencana datang dan pergi bagai kekasih dalam hidup, bukankah begitu kawan?

Pura untuk Acalapati atau peng-agungan untuk banjir bandang dan puting beliung dan apapun kepasrahan yang kita korbankan telah terusik pemikiran gila penembus langit yang bertingkat.
Dan kesiaan-mu menetes di piring mie instant berbumbu kimia, menangislah...
Untuk sukacita telah mengingat kebesaran yang engkau yakini...
Menangislah...
Menangislah...
Kita sama-sama menjadi buta pengetahuan atasnya...

"Kitab suci terhapus aksaranya,
menanggalkan titik koma.
Puisi bersabda tentang bulan dan senja,
tentang rindu dan patahnya hati,
tentang angin dan kematian.
Lalu kita mengaji dalam gulita,
membaca lembar-lembar kosong.
Menafsirkannya teramat ahli."

?

?