LGBT

Donny coffeeaddict
Karya Donny coffeeaddict Kategori Inspiratif
dipublikasikan 02 Maret 2016
LGBT

Maraknya postingan LGBT tidak pernah merunut permasalahan dan solusi yang baik, diakui atau tidak kita memilih jalan sepihak.
Selama ini pembagiannya tak seimbang, bahwa cara berfikir kita secara ilmiah malah menghilangkan aspek spiritualnya atau sebalinya. Yang terjadi berikutnya, penafsiran pemahamannya menjadi timpang.
Berikut sata kutip dari Dr. dr. Fidiansyah, SPKJ(K);

- Definisi kesehatan sesuai Undang-undang Kesehatan menyebutkan kesehatan tidak hanya aspek fisik dan mental saja, tapi juga meliputi aspek spiritual dan sosial. Jadi penentuan diagnosis suatu penyakit, termasuk gangguan jiwa, tidak bisa lepas dari aspek spiritual dan sosial.

- Melabelkan atau membuat suatu diagnosis tidak berarti mendiskriminasi (dicontohkan dokter gigi yang mendiagnosis sakit gigi tentu tidak sedang melakukan diskriminasi). Jadi kalau jelas bahwa LGBT adalah suatu diagnosis gangguan jiwa (ingat sekali lagi diagnosis tidak didasarkan pada fisik dan mental saja, tapi juga spiritual dan sosial) maka menyebut LGBT-ers sebagai pengidap gangguan jiwa bukan suatu diskriminasi.

- Para psikiater, psikolog, dan semua yang peduli terhadap 'orang sakit' ini hanya ingin membantu, salah satunya dengan konseling. Konseling itu ada prosesnya dan tentu harus dilakukan oleh orang yang kompeten. Konseling yang dilakukan oleh 'maling' tentu akan membuat 'si sakit' makin menjadi 'maling' (fenomena gerakan perlindungan dan konseling terhadap LGBT yang dilakukan sendiri oleh komunitasnya). Jadi sekali lagi, serahkan urusan kepada ahlinya atau kalian akan celaka.

- Ada 4 pendekatan penyembuhan penyakit gangguan jiwa yaitu: bila ada kelainan organ fisik/biologis maka diberikan obatnya, bila ada gangguan psikologiknya maka diubah perilakunya, kalau ada cara berpikir yang keliru maka diubah kognitifnya, dan kalau ada gangguan lingkungan sosialnya maka diubah/dimodifikasi lingkungan sosialnya (termasuk di sini pergaulan), serta terakhir kalau ada kesalahan pemahaman spiritualitas maka dikembalikan ke agamanya.

- Karena LGBT adalah suatu penyakit maka bisa disembuhkan (contoh kasusnya sudah banyak), tergantung datangnya terapis yang mana. Dan LGBT adalah suatu penyakit menular, penularannya didasarkan pada teori penularan perilaku melalui pembiasaan. Awalnya mengikuti suatu pola kemudian akan menjadi karakter atau kepribadian dan akhirnya menjadi kebiasaan.