SILAP

Donny coffeeaddict
Karya Donny coffeeaddict Kategori Puisi
dipublikasikan 27 Februari 2016
SILAP

mentari selepas fajar
tanda lahirnya kawan.
sore menunggang malam
pembunuh tanpa suara,
kau nyatakan rindu di ujung pena,
merangkai keramik pecah,
serpihannya tegerus batu,
sisanya berlayar bersama angin.
tak perlu sua jika aku hadir tiba-tiba
dalam pejam mata menggantikan nurani.

pagi syahdu saban hari,
kita hanyalah jejak bekas,
berisi janji-janji,
bisik-bisik,
bibir lincah dan hati bisu.
bajingan kecil banyak bicara.
penakluk dunia gaib,
selalu sembunyi bagai pengecut.
karena nyali ciut pun jika digadaikan.

aku nyatakan pagi telah mati,
tidur sajalah, menggumam-gumam,
seperti babi merah beternak cacing,
seperti anjing gudik tak bertuan,
menunggu ledakan lalu
berpura-pura terkejut.

kejanmu...hanyalah menghitung waktu
sisa jiwa murnimu...
gemilang sia-sia.

-persembahan untuk topeng yang melekat pada wajah siapapun,
untuk basa-basi yang biasa terjadi, untuk semu keindahan,
untuk sampah yang menggenang, untuk pembaca yang akan berkaca setelah membaca,
untuk hati yang tersindir karena karya tanpa kejujuran...-