Gula Gula

Donny coffeeaddict
Karya Donny coffeeaddict Kategori Puisi
dipublikasikan 27 Februari 2016
Gula Gula

Gula gula,

karna lantun matamu menukik bak kolibri

memburu udara yang mengukir cinta dalam paru.

Suam rasanya bibirmu terjelajah hingga?

dari limaratus duapuluhlima enamratus ribu menit

kuhabiskan menulis keyakinan-keyakinan hingga

musim-musim berikut berganti-ganti,

terbunuh hampir jutaan kali.

?

Gula gula,

kemuning kenari merekahkan sayap

dan semi melahirkan bunga gerbera

syair telah di tembang,

tak berhenti mendayu hingga mimpi berpulang.

Tiap terjaga aku menemukanmu,

cinta yang tiba-tiba?

-- penjaga garis pelangi --

?

( sebutir permen madu berayun di ujung lidahmu,

aku menyebutnya lebah-lebah malam, menyengat cekat,

lalu menguntit keseharian )

?

?Janganlah berhenti

jangan, berhenti membunuhku...

Kematian menjadikanku abadi.


  • Redaksi inspirasi.co
    Redaksi inspirasi.co
    2 tahun yang lalu.
    Catatan redaksi: Puisi ini sangat indah. Mengandung metafora level tinggi yang berhasil membalut makna terasa cukup dalam untuk digali. Puisi ini menggambarkan rasa cinta mendalam dan memabukkan. Namun di saat yang bersamaan, rasa tersebut juga berbalut pilu dan sendu yang ternyata justru dimaknai sebagai urat nadi kehidupannya. Singkat, puitis namun menyampaikan pesan serius, karya thecoffeeaddict ini luar biasa.

  • Agoy Tama
    Agoy Tama
    2 tahun yang lalu.
    keren sekali. saya apresiasi.

  • Donny coffeeaddict
    Donny coffeeaddict
    2 tahun yang lalu.
    terima kasih redaksi