Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 27 Februari 2016   12:59 WIB
Gula Gula

Gula gula,

karna lantun matamu menukik bak kolibri

memburu udara yang mengukir cinta dalam paru.

Suam rasanya bibirmu terjelajah hingga?

dari limaratus duapuluhlima enamratus ribu menit

kuhabiskan menulis keyakinan-keyakinan hingga

musim-musim berikut berganti-ganti,

terbunuh hampir jutaan kali.

?

Gula gula,

kemuning kenari merekahkan sayap

dan semi melahirkan bunga gerbera

syair telah di tembang,

tak berhenti mendayu hingga mimpi berpulang.

Tiap terjaga aku menemukanmu,

cinta yang tiba-tiba?

-- penjaga garis pelangi --

?

( sebutir permen madu berayun di ujung lidahmu,

aku menyebutnya lebah-lebah malam, menyengat cekat,

lalu menguntit keseharian )

?

?Janganlah berhenti

jangan, berhenti membunuhku...

Kematian menjadikanku abadi.

Karya : Donny coffeeaddict