MUSIM GUGUR

Donny coffeeaddict
Karya Donny coffeeaddict Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 26 Februari 2016
MUSIM GUGUR

Selepas pulang kerja adalah saat terbaik menikmati bergantinya senja, seorang kawan selalu menceritakan berulang-ulang betapa ia menggambarkan sore hari menuju malam adalah waktu dimana inspirasi, literatur dan segala tetek bengek kegundahannya meluber tak terhingga, ia bisa saja melepaskannya sepenuh hati menjadi konsepsi tersegar seperti ikan mentah makanan jepang saat lumer di lidah.
ia menuliskan kisahnya, menceritakannya pula, terkadang aku ikut bersemangat, terhipnotis sesaat.
Musim gugur misalnya, sebenarnya hanyalan pancaroba pergantian musim kemarau menuju musim hujan untuk wilayah tropis negara ini. Hanya saja, ia menggambarkan daun bougenvile yang berguguran seakan-akan kita dipaksa untuk menuju hutan sakura dengan warna yang berbeda. Atau saat makan soto ayam di kaki lima, ia bisa saja ngelantur kesana kemari membahas masalah rempah, kolonialisme hingga perjalanan ajisaka dari tanah india.
Ah, aku merindukannya. Kemana anak itu menghilang, kabar terakhir ia berangkat ke Jakarta, mencoba mengadu nasib, entah sudah berapa tahun berlalu.

Beberapa hari kemarin aku melintasi taman kota, melewati jajaran rindang pohon mahoni, angin sedikit kencang, aku hentikan motor dan meminggirkannya. Bunga mahoni berjatuhan, bagai baling-baling, puluhan, ratusan...mungkin ribuan...

Kawanku pasti mencari pemandangan seperti ini juga disana, pikirku.

  • view 142