SAJAK PASIR

Donny coffeeaddict
Karya Donny coffeeaddict Kategori Puisi
dipublikasikan 25 Februari 2016
SAJAK PASIR

Bidari bugil,
Perang gila,
Meninggalkan dentum ledakan yang sama.
Kita akan menjerit kesepian
Menjadi pemulung harapan.

Bunga telah aku tanam,
Untuk hantaran cinta,
Juga kematian,
Bukankah menyisakan wangi yang sama?

Ceritakan dalam aksara di pasir membentang,
Kisah yang pastinya alpa sebab badai selalu sambang.
Lalu purba menjelma menu utama kerapuhan sekaligus sukacita.

Cinta berbulir-bulir,
Menyusup tak terhingga
Di tiap hati kita.

Berhentilah, berhentilah mengangkat senjata
sembari berkoar kebesaran Tuhan
yang bahkan kau sok tahu tentangnya,
bukankah ribuan cara termanis telah diajarkan?

Pasir berserak, sekali lagi
terbawa angin merasuk di kaos kaki,
lipatan sorban, telinga hingga disela gigi.

dari renungan sepi,
mengikuti angin
aku membayangkan kegelisahan tiap hati,
mempertanyakan jawaban kekosongan.

  • view 169