SATU

Donny coffeeaddict
Karya Donny coffeeaddict Kategori Puisi
dipublikasikan 24 Februari 2016
SATU

Daun gugur pertanda musim baru
membelah angin, bernyanyi rindu
membutakan mata kejap
lalu berkelana menjadi burung.
Kau mengeja hamparan hijau,
mengejar rusa kencana,
membelah embun di tangkai ranting.

Tak ada jiwa bersyair panjang
entah diantara kelupas kulit kayu
ataukah bunga tua di alir sungai,
mengembara tanpa nahkoda.

Dunia berwarna merah jadinya
kapal air bersayap merpati
air membakar malam dan api
melenyapkan dahaga.
Kumbang yang hinggap menunggu tiap petang
memangsa akar nadi di jantung kerbau
ah, musik bingar kepak jentera
padahal tak sekalipun asap penghangat
membumbungkan pesan.

Daun gugur saban pagi,
menguak rimbun rimba saat mendongak
dan langit biru kehijauan,
mungkin sejenis samudera yang dangkal dan jernih
menembus ruang istirah penguasa semesta.
lalu, apa yang kau cari saat bersujud?

--seperti lubang kunci--
kita mengintip keabadian di antah berantah.

Pura jiwa,
bersemayam keranda dan raga,
tanpa rampai bunga-bunga pengganti wewangi.
Bersila-lah di akhir do'a,
menuding cermin dirimu...
Esa...
Esa...