SURAT UNTUK EMAK

Donny coffeeaddict
Karya Donny coffeeaddict Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 23 Februari 2016
SURAT UNTUK EMAK

Mak,
Jauh dari rumah membuatku rindu dendam
klobot bapak, yang dia sering lupa menaruhnya
dan aku mencurinya saban pagi,
lalu membawa kawan-kawan bergerombol di pinggir kali,
untuk megisapnya ramai-ramai.

Hingga hari ini, aku belajar banyak,
membaca buku-buku orang barat,
menonton cuplikan kejadian-kejadian dari berita dan televisi,
dan tak ada satupun yang mengenakan label
bimbingan orang tua pun 'parental advisory' (itu bahasa kerennya mak...)

Mak,
Aku sering memimpikan
lalapan buatanmu, sambel trasi dan nasi kuning,
disini juga tak jauh beda,
aku selalu menggerutu marijuana,
dan kenaikan harga vodka.
Tapi aku diam-diam menceritakannya,
karna aku tahu kau pasti akan marah besar,
mendapatiku semakin jauh dari agama.
Mereka bilang, Tuhan ada di setiap botolnya.

Mak,
jangan juga khawatir aku menjadi liar,
durhaka ataupun sejenisnya.
tak akan kulupakan jikalau aku beranjak jaya,
bahwa aku pernah belajar bertepuk tangan
di atas pangkuanmu.
Tapi jangan pula kau ceritakan ini ke bapak
aku tak tega dengan rentanya, biarkan saja
beliau tak terlalu banyak pikiran.

Mak,
anakmu yang beranjak dewasa ini
sudah mengenal cinta.
Secara naluri juga sering terjegal, tersandung bisikan-bisikan.
Gadis-gadis itu membuatku tak mampu menahan.
Beberapa kali aku tidur dengan mereka,
di sini orang-orang tak perlu khawatir tentang akibatnya,
ada benda berupa karet selontong seperti wadah es lilin
dijual dimana-mana, mereka menyebutnya 'karet pengaman'.

Tapi anakmu ini juga tahu diri,
sekarang aku tak lagi main-main Mak,
aku telah memantapkan pujaan hati,
seseorang yang akan menjadi teman sehidup semati nantinya.

Mak,
aku belajar rajin sekali, nilai-nilaiku tak begitu mengecewakan
do'akan saja aku lekas jadi orang hebat
seperti bapak-bapak pamong desa yang berseragam.

Oh ya, jaga kesehatanmu Mak,
jangan terlalu sering makan kripik mlinjo, ingat asam urat.
dan bapak, suruh dia kurangi merokok,
aku khawatir dengan parunya.

Sekian dulu mak,
nanti aku ceritakan lagi yang seru-seru...