Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 22 Februari 2016   10:21 WIB
RENUNG

Kekasih,
aku pernah melupakan jemarimu
yang memberi makan taman bunga.
Matamu yang bergegas menghentikan petualangan di angkasa
untuk memandang bintang jatuh.

Namun hati telah membaur antara jentera kunang-kunang dan istirah berkepanjangan.
Musim terlampau sulit tertembus syair,
benih samudera menyisakan buih di selongsong tulang jelmaan seruling.

Oh petuah,
telah kudaki gunung menjulang, salju kristal, beliung angkara, jirah berkarat memaksakan pertempuran.
Pedang tak berbalut katun membakar telapak jiwa.

Mereka yang melukaiku jua melukaimu.
Bersulang lenguh ternak di kedalaman malam.
Cinta kembali kembara, merapal mantra kesepian-kesepian.
Hidup sedingin karang, menyimpan diam luka-luka.

Rinduku, ciuman kepulangan.
Merebahkan lelah menantikan waktu mengabukan ranting kayu.
Tungku membara, menyilaukan ketakutan.

Karya : Donny coffeeaddict