FITRAH

Donny coffeeaddict
Karya Donny coffeeaddict Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 20 Februari 2016
FITRAH

Bagaimana jika ternyata bulan yang kita rayakan sebagai sebuah kemenangan adalah sua pertama dari lamin-lamin kita yang basah, jari-jari yang menarik kulit punggungku dengan cinta dan lenguh yang tak bisa tertahan walau udara menipis dalam kamar, lalu gelinjang diantara pahamu dan seluruh kelembutannya membiusku untuk menemukan penguasa alam raya.

Sebuah jalan telah terlalui meski terjal, dan hanya dalam pikiran pula pertemuan-pertemuan itu samar hingga berwujud nyata, bahasa mampu merogoh keteguhan hati, janji yang mudah lantak dengan sedikit gigitan di sudut bibir.
-- lalu takbir berkumandang berulang-ulang dan wirid mengkhusu?kan kekosongan.--

Kita terdiam menjejali hampa, membunuh bahkan untuk nafas yang terengah, dan menunggu kebangkitan sekali lagi untuk menemuimu dalam damai pelukan, mengayun-ayun diseluruh jiwa.
Peluh mengalir menjadi sungai-sungai kecil dan menghiasi taman dunia.

Bagaimana jika pagutan itu lelah dan tuntas, akankah hari ini tetap menjadi suci untukmu...
untukku?



Aku Tuliskan kala Ramadhan,
Esok sayang, esok...
Kita raih kemenangan.

  • view 81