Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 19 Februari 2016   15:57 WIB
SUA

Sua,
Kurangkai buket klausa,
Kau sesamar bersit bintang jatuh,
membakar nukilan hati yang beranjak mati.

Kebangkitan memajang mata
indera jiwa mengejan.

Syair menderu,
Ayat-ayat hidup,
menggeram, menggeremang,
solilokui kehampaan...
bahkan untuk mengingat nostalgia
sedetik berlalu.

Sua,
Sua sia,
sia ada untuk ketiadaan,
kita beriring bagai musim,
bagai paru udara,
bagai juntai bambu dan tikar pandan.
Bagai hati yang mudah luka
dalam sendiri dan diam.
Aku melampaui kegelapan,
Teramat dalam.

Sua,
menunggu itu pasti,
begitu pula keraiban,

Aku berikan sujud terbaikku
UntukMu...UntukMu...
Kubiarkan Rindu menguburku.

Karya : Donny coffeeaddict