RINGSEK

Donny coffeeaddict
Karya Donny coffeeaddict Kategori Puisi
dipublikasikan 28 Juni 2016
RINGSEK

Juni sore hari
perbincangan diantara gelas kopi itu melahirkan sajak.
Kita saling menuliskan bahasa gaib hati,
mata yang saling menerjang dan degub yang disembunyikan.

kita mengupas jiwa retak,
hati patah
dan mata buta karenanya.

kita berlindung dari rasa sakit yang bebal
dan menjadikannya rahasia.

Kita  menangisi dunia
seakan lebih sekarat dari diri sendiri.

Kita berbincang politik lalu cinta,
dan Tuhan mendadak menjadi iklan berjalan,

Terjual murah dalam saset, dalam bergulirnya waktu
Tuhan terlontar dari meriam kemarahan
jiwa-jiwa lupa dalam jubah masa kelam
meskipun masih mencoba mengikis ausnya
kedalaman rasa lapar manusia

Kita terlalu dalam memahami sepele,
terlalu dangkal untuk penyelaman.
dan terseok, mengerat piring tanpa sajian.
memuja mie instan dengan kemenyan
dan goyang salsa dirutinkan mengalahkan sujud.

Kita...entahlah sayang,
kadang aku ingin menjadi kejam pada dunia
namun keras untukmu sekali saja-pun tak mampu.