PALSU

Donny coffeeaddict
Karya Donny coffeeaddict Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 27 Mei 2016
PALSU

Sejak dulu sampai hari ini, moralitas selalu menjadi topik hangat bergantinya generasi. Masa muda yang suram hingga pertobatan di masa tua. Lalu melihat sekitar, membandingkan, dan tangan mulai gatal untuk segera bertindak merubah keadaan dengan caranya sendiri-sendiri.

Menjadi baik adalah prosedur lari dari sisi kelam bukan?

Menjalani berbagai profesi --meraup uang sekaligus beramal--
meskipun beberapa posisi tak menjadikan kita untuk memberikan sumbangsih sama sekali.
kadang dijadikan alibi seakan tindakan benar adalah tak menyadari apa yang ditunggangi, dimana seseorang mendadak banyak berbicara hal bijak, memberi nasihat, menuliskan hasil refleksi mirror neuron-nya akan kitab suci, sebab memahami jika pencitraan akan menghasilkan banyak hal. Bahwa dengan menjadi alim atau sok alim pun orang tak akan bisa membedakan, bahwa dengan sedikit saja menyusup dalam kekosongan hati pun orang akan susah memahaminya, bahwa dengan menjual rasa takut, teror apalagi berbungkus keyakinan tertentu pun layak dilakukan.

intinya, apologi akan selalu mudah dihadirkan sebagai tameng tindakannya, kebenaran dan pembenaran yang rancu, penyucian dengan klaim sepihak serta hegemoni kepemilikan Tuhan yang egois. Dan kadang lupa, bahwa kearifan bukanlah sekedar mengkopi dan mem-paste sebuah kisah, namun lebih pada kontemplasi dan merangkum sebuah perjalanan dan pengalaman hidup tiap pelakunya.


Meskipun tiap orang tak ingin dianggap sia-sia,
mereka sibuk mencari cara agar nampak bagi sekitar.
melegalkannya, melumrahkannya...
Kamu, kamu, aku, kita...
Penjaja kripik tai kebo dan air kencing kuda tanpa sedotan.

  • view 176