KEKERASAN

Donny coffeeaddict
Karya Donny coffeeaddict Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 Mei 2016
KEKERASAN

Semenjak rentetan berita kekerasan oleh anak di bawah umur yang menjadi viral di media sosial, menjamurlah aneka quote berisi pesan dan kritikan tentang keluarga, guru, sistem pendidikan hingga kebijakan pemerintah bahkan sampai pembahasan agama berbumbu ayat kitab suci.

Beberapa argumen beresensi sama, bahwa peran guru sebagai pendidik dan orang tua yang juga aktif berperan serta terhadap pembentukan karakter, moralitas dan pola pikir akan kehidupan dimana anak akan memiliki filtrasi terhadap berbagai referensi dari lingkungan dalam menentukan keputusan terbaik, terbijak dan sesuai norma.

Seorang anak akan menjadi pribadi yang dewasa, memiliki kesadaran sendiri yang harusnya lebih matang, dan bahwa mereka telah terbekali berbagai hal; resistensi, keilmuan, baik secara jasmani maupun rohani entah lebih dulu melalui sebuah keluarga atau otodidak dari lingkungan sekitar. Dan bahwa akal memiliki kekuatan sendiri untuk tak mudah digoyahkan kecuali oleh dominasi keinginan serta ambisi yang dilakukan dengan kesengajaan.

Kesengajaan pula yang menjadikan seseorang membutakan diri, menutup pendengaran dan diam akan apa yang telah dipelajari. Jadi, apapun bentuk pembelaan hanyalah upaya mengkambinghitamkan sesuatu, apologi dan alibi yang mengada-ada, kebohongan yang mengatasnamakan 'khilaf' hanya agar mendapatkan pertobatan. Maka resmilah jika kesadaran dimaknai sebagai biang penyakit.
Dan pastinya tak ada yang akan sepakat dengan hal ini.
Tapi harus ada yang merevisi kejadian, memberikan gerakan positif dan nyata bukan? sebab saat sebuah argumen berkumandang, maka tiap mata akan sekedarnya saja mendengarkan atau membaca retorika sembari bergunjing kesana kemari. Ya, kebijakan harus tegas dijalankan, sanksi-sanksi harus sama-sama kita pahami.
Berhenti menjadi 'peminta-minta, keadaan.
saatnya bergerak bersama-sama dan mengurangi banyak bicara (seperti tulisan ini).