PANGGUNG DI JALAN

Donny coffeeaddict
Karya Donny coffeeaddict Kategori Puisi
dipublikasikan 27 April 2016
PANGGUNG DI JALAN

Entah mengapa kita menari
menggila lumer di aspal
menantang terik matahari
melumuri tubuh penuh warna
sisa cat tembok dan akrilik
berteriak lantang tentang rasa sakit
penindasan
kebutaan
dan lapar
dimana orasi terbaca dari selembar kertas
yang dituliskan kemarin malam
oleh seseorang yang asing

diantara kerumunan
hujan manusia hujan gulana
seakan trance
kerasukan penderitaan
berdebum
genderang kulit sapi

Politik yang menjadi-jadi
yang sebenarnya tak dimengerti
entah apa rencana besarnya
beberapa hanya ingin tak mengidap kurang gizi
beberapa ingin bergelimang apapun
beberapa picik menjilat bokong para ksatria
ke sana ke mari
ke mari ke sana

Menjual apapun
Tubuh renta
Susu montok 
harga diri
keyakinannya
bahkan cinta...

topeng-topeng aneka warna
iblis menggerogoti hati
tak ada pintu yang terketuk
namun badai terlanjur masuk
serang!
serang!

Dan kami mulai limbung
dalam bingung dan bimbang
tombak bergetar tertopang
pita suara berderit
apa yang harus kami bunuh hari ini?
saudara kami sendiri?
ataukah kegaiban?

serang!

serang!!

kami
menyerang
kekosongan.

  • view 79