LELAH

Donny coffeeaddict
Karya Donny coffeeaddict Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 09 April 2016
LELAH

Lelaki itu bersandar di tiang penyangga papan iklan halte bus, sembari sesekali membenahi syal yang menjuntai tertarik angin.

?Sahabat kota, Hujan-hujan gini enaknya nongkrong di sofa, nonton film romantis ama pasangan kamu?seabrek cemilan dan tentu saja, susu panas, hotss?, klik?.?Ibu jarinya menekan beberapa tombol di layar telepon genggam dan membunuh penyiar radio seketika. Sedetik kemudian matanya memandang ke arah langit.
?Hujan gila, tak adakah hari lain untuk ditakuti? deadline naskah harus segera diserahkan seperti upeti sesegera mungkin. Apa tak ada pemahaman perihal penyiksaan buruh dengan keadaan seperti ini? pikirny.
Meskipun sebenarnya ditujukan untuk langit, tapi ia terlalu takut mengutarakannya dengan gamblang. Bahkan hingga waktu yang tak diharapkan, hujan masih saja mengalun sampai larut. Entah berapa puluh putung rokok berserakan di lantai halte, bekas botol air mineral dan tas kresek dari mart berisi nota bukti pembelian.
Malam melaju, monopoli benturan air pada tanah seperti melantunkan lagu berulangan, mendengung, antara membosankan dan menghipnotis pikiran untuk diam.
Si Lelaki terlanjur mendengkur di pojokan, air liurnya melumer di krah kemeja. Segenting apapun posisi dan lokasi bukan masalah baginya untuk mencetak mimpi baru. Mungkin Tuhan terlalu cinta dengannya, dalam kekurangannya pun dia masih bisa mengistirahatkan setiap selnya yang seharian diburu kerja rodi menggambarkan banyak hal...

  • view 63