LINTAS

LINTAS

Donny coffeeaddict
Karya Donny coffeeaddict Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 06 April 2016
LINTAS

Telah kita sepakati bahwa sebuah kekalahan terlampaui, terkalahkan impian imajiner tentang sebuah taman di masa depan, terkadang kita memperbincangkannya selepas kenangan terparut menjadi remah, kabur bersama angin sore selepas peluh akan persetubuhan yang sulit dijelaskan dengan berbagai suara, kosakata, diksi dan analogi juga semiotika.

Kadang kita juga menyepakati kekalahan yang belum terpikirkan bersama, larut dalam gemuruh resah, amuk bercampur rindu, kita menyebutnya sebagai cinta. Entah apa yang akan dikatakan oleh sekitar seperti lalu lalang ngengat dan pemangsa yang menyiapkan kuku jua taringnya di balik rimbunan semak. KIta tutup saja telinga rapat-rapat, berusaha menyibukkan diri mencari tafsiran pemikiran, gerak tubuh penuh maksud, dan menuliskan kamus khusus dan ajaib.

Dalam lembar-lembar berikutnya, akan kita isi dengan berbagai huruf abadi, nostalgia tanpa rima, bait-bait hampa, puisi kekosongan dan rintihan lagu-lagu burung malam. Lalu diam bertanya pada diamnya, apakah cinta harus mencederai maknanya? melakonkan hal-hal lain hanya untuk mencitrakan betapa cinta harus memiliki penampakan? Apakah pagutan diantara bibir, belaian gerayang tubuh, tangis dalam pelukan, debar berdetak berdebum, ataukah orgasme yang meledak-ledak telah mampu menjelaskannya?

Biarkan saja, maknai apapun dan menggenggamnya erat, itu urusan setiap jiwa, lalu berdiam diri menikmati tiap detailnya sedangkan yang berada di pelupuk mata adalah jembatan renta namun satu-satunya lintasan untuk menujunya.

?

  • view 107