SEKILAS

Donny coffeeaddict
Karya Donny coffeeaddict Kategori Puisi
dipublikasikan 25 Maret 2016
SEKILAS

Kita memperbincangkannya
sembari rebahan di bawah akasia,
sudah lewat sebulan pohon mati ini
menjadi saksi diam-diam.
Manakala negara mendengungkan kebijakan,
dan lalu lalang kebebalan dalam kepala paling hampa,
kita masih saja bersanding melawan silir angin,
menyodorkan pertemuan bibirmu
dan kopi kesayangan.

Kami menyandang rakyat dibahu,
pun mereka.
Bermimpi adalah beban terberat,
pun membanting tulang
untuk lapar yang tak jelas,
untuk plaza di pedistrian mall,
untuk harga diri dalam hipnotis iklan televisi,
untuk kejayaan hidup yang bebal menyusut.
Untuk cinta yang tak sampai pada Tuhan termulia,
juga jalan panjang menuju damai dalam hati.

Mungkin,
dan mungkin adalah obat penentram jiwa,
sebab asa muncul dengan semangat menggebu.
Sebab tak lagi ada mimpi di kepal tangan,
sebab hari semakin berangsur senja.
kita wajib menyusurinya,
memikirkan kesendirian dan jawaban tertepat,
terbakar panasnya,
tenggelam menuju malam.

  • view 55