KAU, AKU, DIA

Donny coffeeaddict
Karya Donny coffeeaddict Kategori Puisi
dipublikasikan 24 Maret 2016
KAU, AKU, DIA

Senja mampir depan beranda,
beradu ombak buih tawon,
menyengat asmara,
membara.

Sepasang kekasih, diadu cinta,
dilema raib tersihir seketika.
Mereka berisik, menjelma apapun.
Embun, ranting retak, tumbang udara menelisip paru.
Menjelma...
diriku.

Tiada sua kutunggu terjatuh,
atau melambung sukaria,
karna cinta milikmu saja,
tersisa di depan beranda.
_______________________________
Sahabat mencurahkan sampah hati,
untuk malam geming,
untuk pagi terhitung waktu.
Untuk lamin bercampur gelisah.
Untuk hati dirundung semu.
Untuk entah dipertanyakan.
Untuk santun ribuan diksi.
Untuk dirinya sendiri.
_______________________________
Puisi lamin, sajak tubuh,
hingga subuh, terkulai lesu.
Tawa binar, kaki lepuh.
Rahasia tertinggal pula.
Masih lenggang
di depan beranda.

tak kupandang waktu.
Tak memandang kejujuran hatimu.
Menjadi sampah seperti diriku.
Menjadi sisa-sisa

penuh bahagia...

  • view 91