URBAN

Donny coffeeaddict
Karya Donny coffeeaddict Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 22 Maret 2016
URBAN

Kutang-kutang yang melambai di pagar rumah susun
adalah bukti cinta yang tercurahkan untuk negri ini,
simpati juang jika melorot setengah tiang.

Ibu-ibu mengepulkan asap bakau sembari berburu kutu,
Sampah adalah kolase instalasi dengan galeri dunia.

Janda-janda berangkat tergesa mengepulkan semangat
untuk biaya sekolah anaknya,
dan para lelaki sedari subuh sudah tak menampakkan diri.

Sekilo melaju mengikuti terbit mentari,
gedung-gedung menjulang,
pagar besi, lalulalang dan suara hingar
ialah orkestra alam menembangkan simponi,
dengan jeda keroncongan di perut pengembara.

Sembari menulis,
aku lagukan hal-hal cinta,
sebuah omong kosong popularitas.

Mungkin, hidup hanyalah kematian kesekian kalinya,
dan menunggu tuntas sekali lagi.
Aku mengetiknya di papan kunci,
ya...papan kunci,
dan kepala melayang pada masa lalu yang sunyi,
dimana sungai tak berwarna tua, biru dan pelangi,
pohon tak terhimpit pedestrian,
dan tiap senyum yang terjumpai saling sapa penuh do'a dan semangat,
seakan malam tak perlu bantuan lampu taman
untuk meneranginya.