7 Tips Menenangkan Si Kecil yang Menangis

claudia harapankita
Karya claudia harapankita Kategori Kesehatan
dipublikasikan 28 Juni 2018
7 Tips Menenangkan Si Kecil yang Menangis

Pada tahap perkembangan anak, semua bayi pasti pernah menangis. Ada sebagian bayi menangis sangat sering. Ada pula yang jarang. Menangis merupakan bahasa bayi yang tidak kita mengerti. Ketika bayi menangis, maka ada sesuatu hal yang ingin dikatakan. Ntah itu karena mereka merasa lapar, lelah, kedinginan, kepanasan, bosan, mengompol, atau merasa sakit. Oleh karena itu, jangan berpikiran buruk karena bayi ya, Bun. Menaangis hanyalah cara si Kecil untuk memberitahu Bunda bahwa mereka membutuhkan sesuatu.

Mencoba mendiamkan serta menenangkan bayi yang menangis adalah cara orang tua dan bayi untuk mengenal satu sama lain. Bahkan menurut tahap perkembangan anak psikologi,  cara orang tua mendiamkan si Kecil menangis bisa membuat anak tersebut menjadi anak yang mempunyai sifat cengeng, penakut, pembohong, kasar dan sifat-sifat buruk lainnya atau menjadi anak yang pemberani, sabar, sopan, halus tutur kata, dan lain-lain lho. Ini tergantung dari cara orang tau mendiamkan anaknya.

Setiap bayi menangis kurang lebih 1-4 jam dalam sehari. Sebenarnya, semakin Anda tenang dan tidak terbawa suasana karena tangisan bayi Anda, maka bayi akan lebih mudah tenang. Stiap orang tua yang melihat bayinya menangis pasti akan berusaha menenangkannya. Namun, terkadang apa yang orang tua lakukan malah membuat bayi menangis semakin kencang.

Lalu, bagaimana cara menenangkan si Kecil yang menangis dengan baik? Yuk, simak beberapa tips di bawah ini!

  1. Cari tahu penyebab bayi menangis, apakah si Kecil karena lapar, mengompol, digigit nyamuk, dan sebagainya.
  2. Atasi sesuai dengan penyebab ia menangis. Jika ia lapar, segera susui atau beri MPASI, Jika ia mengompol ganti segera popoknya. Jika ia digigit nyamuk, Bunda bisa memasang kelambu agar terhindar dari nyamuk.
  3. Jika Bunda sudah menangani tangisan si Kecil sesuai dengan penyebabnya, tetapi ia masih tetap menangis dan rewel. Dan si Kecil juga tidak sedang sakit, sebaiknya tenangkan diri terlebih dahulu. Tarik napas panjang lalu hembuskan. Cara ini sangat efektif untuk menata kembali emosi Bunda yang tegang akibat tangisan si Kecil yang berisik.
  4. Berikan ia pelukan atau lakukan kontak kulit ke kulit. Jangan pernah meremehkan kekuatan sentuhan Bunda dalam membuat si Kecil menjadi lebih nyaman. Walaupun begitu, tidak jarang bayi membutuhkan lebih dari sekadar sentuhan untuk membuatnya nyaman, seperti gendongan, menepuk punggung, atau memijatnya dengan lembut. Beberapa bayi akan merasa jauh lebih aman jika ia merasakan dekapan dan sentuhan kulit atau pijatan ringan di tubuhnya. Namun, jangan asal memijat ya, Bun. Sebaknya pelajari dahulu teknik pijat bayi.
  5. Bunda juga dapat mengayun si Kecil. Bayi senang gerakan-gerakan ketika digendong. Bunda bisa mulai dengan mengambil kain gendongan dan kemudian buat gerakan mengayun untuk menenangkan bayi Anda. Semakin kencang tangisan bayi, maka Anda harus semakin kencang pula mengayunkannya dengan tetap berhati-hati tentunya.
  6. Tenagkan bayi dengan cara menghasilkan suara ‘sshh’. Ini bukan hanya kebiasaan turun-temurun. Suara ‘sshh’ ini bisa membuat bayi lebih tenang dan nyaman karena suara tersebut mirip dengan suara ketika mereka ada di dalam rahim lho, Bun. Pastikan suara ‘sshh’ yang Bunda hasilkan lebih kencang dibandingkan dengan tangisan si bayi, agar ia dapat mendengarnya.
  7. Cari tahu lingkungan seperti apa yang membuatnya lebih nyaman dan tenang. Contohnya, beberapa bayi lebih meyukai menyukai lampu yang gelap dan tenang, maka ciptakan suasana tenang, tidak berisik, dan bercahaya redup sehingga membuat bayi lebih mudah berhenti menangis. Atau mungkin bayi Anda lebih suka suasana di luar rumah atau keramaian, maka ajak ia ke luar rumah agar ia berhenti  menangis. Intinya, setiap anak memiliki tahap perkembangan anak yang berbeda dan sesuaikan lingkungan agar ia lebih tenang dan nyaman ya, Bun.

  • view 11