Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Agama 6 Juni 2018   01:43 WIB
Kapan Waktu yang Tepat Mengajarkan Anak Salat dan Mengaji?

Tahap perkembangan anak usia dini menurut piaget, seorang ahli psikologi, ada empat. Teori yang dikemukakannya adalah teori tahapan perkembangan kognitif manusia dan untuk tahapan perkembangan kognitif anak usia dini adalah sebagai berikut.

1. Tahap sensorimotor

Tahapan ini dimulai dari usia 0-24 bulan. Pada tahap ini si Kecil belum bisa mempertimbangkan kebutuhan, keinginan, atau kepentingan orang lain sehingga dianggap egosentris. Bayi yang lahir pasti dengan refleks bawaan dan dorongan untuk mengeksplorasi lingkungannya. Hal ini menyebabkan kemampuan bayi terbatas pada gerak refleks dan panca indera. Kemudian gerak-gerak refleks tersebut berkembang menjadi kebiasaan.

2. Tahapp Praoperasional

Tahap ini dimuai saat si Kecil berusia 2-7 tahun. Si Kecil mulai masuk dalam lingkungan sosial dan mulai dapat menerima rangsangan walaupun sangat terbatas. Sama seperti tahapan sebelumnya, si Kecil juga masih dianggap egosentris. Hal ini dikarenakan ia hanya mampu mempertimbangkan sesuatu dari sudut pandang dirinya dan masih sulit untuk melihat dari sudut pandang orang lain.

3. Tahap Operasional Konkret

Nah, tahapan ini dimulai dari usia 7-11 tahun. Pada tahapan ini, sifat egosentris mulai menghilang karena ia sudah mampu melihat suatu masalah dari sudut pandang orang lain. Kemampuannya dalam berfikir logis dan mengingat pun terus meningkat. Pada tahap ini juga si Kecil mampu belajar matematika dan membaca karena ia sudah memahami konsep sebab-akibat secara rasional dan sistematis.

4. Tahap Operasional Formal

Tahapan ini terjadi pada anak usia 11 tahun. Pada tahapan ini, si Kecil sudah mampu menguasai penalaran dan berfikir secara abstrak. Ia sudah memahami konsep abstrak seperti cinta dan nilai. Ia juga dapat menarik kesimpulan dari informasi yang ada. Hal-hal tersebut penting karena akan sangat membantunya melewati masa peralihan dari masa remaja menuju dewasa.

Jika ditanya kapan waktu yang tepat untuk mengajarkan anak salat maka jawaban yang tepat adalah sebelum ia mulai diwajibkan menunaikannya. Saat si Kecil berusia 7 tahun, ia sudah diperintahkan untuk menunaikan salat. Di usia tersebut, kemampuannya dalam berfikir logis dan mengingat pun terus meningkat. Oleh karena itu, orang tua harus mempersiapkannya dengan ilmu. Lalu, bagaimana cara mengajarkan si Kecil untuk salat?

  1. Jadilah teladan yang baik. Si Kecil belajar melalui mencontoh orang terdekatnya. Oleh karena itu, berikan contoh yang baik kepadanya. Dengan konsisten menunaikan salat, maka si Kecil juga akan mengikutinya.
  2. Wujudkan suasana yang islami pada usia 0-2 tahun. Walaupun ia belum faham, namun suasana yang islami sangat berpengaruh lho. Contohnya, ketika azan maka Bunda langsung bersiap menunaikan salat sehingga si Kecil juga akan terbiasa melakukan itu.
  3. Ajak ia salat pada usia 2-3 tahun. Tidak masalah jika si Kecil malah bermain ketika salat, tetap ajak ia saat Bunda salat ya.
  4. Ajarkan mengapa ia harus salat pada usia 4-6 tahun. Ceritakan kisah-kisah mengenai pentinnya salat. Lebih baik lagi jika si Kecil diantar ke TK berbasis Islam sehingga ia lebih senang dan bersemangat dalam belajarr salat.
  5. Selalu ingatkan dan beri penekanan untuk salat saat usianya 7-9 tahun. Di usia inilah anak mulai diperintahkan untuk menunaikan salat. Mungkin si Kecil masih sering merasa malas sehingga Bunda harus terus-menerus mengingatkannya.
  6. Beri hukuman kepada anak jika di usia 10 tahun ke atas tidak salat.

Sedangkan waktu yaang tepat untuk mengajarkan si Kecil mengaji adalah saat usianya tiga tahun. Bersadarkan teori tahap perkembangan anak usia dini menurut piaget, si Kecil usia tiga tahun mulai masuk dalam lingkungan sosial dan mulai dapat menerima rangsangan walaupun sangat terbatas. Di usia tiga tahun juga akalnya mulai berkembang, memorinya masih bersih murni, masih senang dengan kisah-kisah, dan ia masih mudah menuruti apa yang diperintahkan orang tuanya.

Karya : claudia harapankita