Jenggot putih bapak

Wiwit Astianing
Karya Wiwit Astianing Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 26 November 2017
Jenggot putih bapak

Dibawah pohon nangka, lelaki tua itu duduk diatas kursi plastik berwarna hijau.
Sesekali diusapnya jenggot putih yang memanjang. Dia menunggu dengan sabar ditemani semilir angin, sejuk pun menyapa.

Sampai akhirnya seorang wanita muda datang tergopoh dengan sebuah sisir di tangan kiri dan gunting di tangan kanan.

"Kacanya?" ujarnya mencari.

Lelaki tua dibawah pohon nangka mengangkat tangan kanannya. Tampak sebuah kaca mungil berbingkai plastik berwarna merah di genggamannya - diacungkan ke atas.

"Rambut dipangkas, yang belakang ini sudah panjang." Tangan lelaki tua ini menarik rambut di leher bagian belakang.

"Jenggotnya sekalian dipangkas!" pekik seorang wanita tua dari dalam rumah.

Wanita muda yang telah siap di belakang lelaki tua ini menoleh cepat - ke arah rumah.

"Jenggot juga?" tanyanya panik.

"Boleh?" Lelaki tua meminta pendapat.

Wanita muda ini menggeleng cepat.

"Gak boleh sama anakmu," pekik lelaki tua ini lebih kencang.

Samar terdengar grundelan dari dalam rumah.

Lelaki tua dan wanita muda pun serempak terkekeh pelan.

  • view 44