JULLIAN #part3

Wiwit Astianing
Karya Wiwit Astianing Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 05 September 2016
JULLIAN #part3

     Jullian masih menatapku lembut, beribu penjelasan tersimpan disana. Meski berjuta pertanyaan ingin kulontarkan saat ini, namun entah mengapa aku tak bisa melakukannya.
     "What do you want?" tanyaku selanjutnya berusaha menguasai diri.
     "You're back," sahutnya datar.
     Kuhela nafas sesaat. " Apa pedulimu...?" tanyaku ketus.
     "Kau tak seharusnya kembali ke negara ini, Jen...."
     "What?" pekikku tertahan. Emosiku mulai mengambil alih. Kutatap matanya tajam, seolah ingin kulumat dan kumakan dia hidup-hidup. Sejurus kemudian kulangkahkan kakiku berlalu dari hadapannya.
     Jullian tercekat sesaat." Come on, smoothy, pls we should talk," sergahnya cepat menghentikan langkahku.
     Kuhampiri kembali Jullian perlahan.
"Dengar Tuan Jullian, aku tak ingin lagi berurusan denganmu. Hal terakhir yang ingin kukatakan padamu hanyalah jangan ganggu aku, just leave me alone." Kucoba untuk tetap tenang dan menguasai diri.
     "Ok, fine. Aku hanya ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi sehingga kau diinterogasi oleh polisi waktu itu, aku.."
     "Oh good, kau pun akhirnya tahu aku harus berurusan dengan polisi dan dideportasi dari negara ini, pulang kampung dengan tidak hormat gara-gara kau. Thanks to you," sambarku cepat memotong kalimat Jullian.
Untuk sesaat kami terdiam dalam fikiran kami masing-masing. Entah, mungkin saat ini Jullian tengah menyusun cerita untuk dijelaskannya padaku atau dia tengah memikirkan hal lain yang tentu saja hanya untuk dia, hanya dia yg boleh tau.


    Sementara itu Chloe dan Kat tanpa sepengetahuanku pergi meninggalkan kami secara diam-diam.
     "Dengar Jen, aku akan jelaskan semuanya padamu tapi tidak disini."
     "Aku tidak akan pergi kemana-mana denganmu, Jullian. Cukup sudah, aku mau pulang." Sekali lagi kucoba pergi meninggalkan Jullian namun dia segera menarik lenganku dan membawaku pergi bersamanya.

     Kucoba melepaskan cengkraman tangannya namun sia-sia.
"Lepaskan, Jullian. Aku tak mau pergi denganmu!"
     Jullian tak menghiraukanku. "Ini bukan waktunya berdebat, Jen. Trust me. Aku akan jelaskan semuanya."
Langkah Jullian semakin cepat.
     "Seriously? Terakhir aku mempercayaimu kau membuatku berurusan dengan polisi. Jullian berhenti!" Kumasih berusaha melepaskan diri.
     Namun tiba-tiba terdengar suara tembakan, peluru berdesing beberapa kali.
Spontan aku berusaha melindungi kepalaku dengan sebelah tanganku. Dan langkah kaki kupercepat mengikuti Jullian.
"Ya Tuhan, apa yang terjadi, Jullian?"

Jullian tak menanggapi pekikanku, dia masih berlari berusaha mencari tempat berlindung.

 

  • view 187